Minyak Gosok cap Tawon Asli

Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk obat-obatan yang wajib dimiliki oleh keluarga. Minyak Gosok cap Tawon diproduksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 di Makassar.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Pemanasan Global. Show all posts
Showing posts with label Pemanasan Global. Show all posts

Wednesday, April 07, 2010

Facebook dan Google Biang Pemanasan Global

Isu pemanasan global tak pernah berhenti. Kali ini, Facebook dan Google dianggap sebagai biang keladinya. Sementara Yahoo justru dipuji. Apa alasannya?

Kelompok aktivis lingkungan Greenpeace menuduh situs-situs internet seperti Facebook, Apple, Microsoft, dan Google memberikan kontribusi pada pemanasan global.

Alasannya, situs-situs terkemuka itu menggunakan energi dari pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara untuk mendukung operasional pusat data layanan internet mereka.

Pernyataan tersebut terungkap dalam laporan Greenpeace berjudul 'Make IT Green: Cloud Computing and its Contribution to Climate Change'. Melalui laporan tersebut, Greenpeace memperingatkan bahwa pusat data raksasa komputasi awan, termasuk Google, Facebook, Microsoft, Yahoo, dan lainnya sebagian besar mendapat tenaga dari batu bara, faktor pendorong pemanasan global.

Seperti dikutip dari laman PC Advisor, 1 April 2010,
Greenpeace menuduh perusahaan-perusahaan terkemuka itu belum cukup berusaha untuk mengganti sumber energi pusat data. Pasalnya, mereka bisa menggunakan sumber energi alternatif atau setidaknya mendorong dilakukannya perubahan kebijakan.

Sebelum laporan ini dirilis, Greenpeace melontarkan kritik terhadap Facebook karena membeli listrik untuk pusat data custom-built pertama dari perangkat yang menggunakan lebih banyak batu bara dibanding datacenter lainnya di Amerika Serikat.

Datacenter di Prineville, Oregon, tersebut akan membeli sumber energi dari Pacific Power. Greenpeace juga membuat group di Facebook, menuntut agar situs pertemanan itu berhenti menggunakan sumber energi batu bara.

Laporan Greenpeace mengklaim Apple, Facebook, Microsoft, Yahoo, dan Google juga akan membangun pusat data baru yang kembali bergantung pada batu bara. Greenpeace meminta agar perusahaan-perusahaan itu membangun pusat data di area di mana mereka bisa mendapat energi listrik dari sumber tergantikan.

Namun Greenpeace, dalam laporan tersebut, juga memuji Yahoo karena membangun datacenter di dekat Buffalo, New York, yang akan menggunakan sumber listrik hidro.

sumber

Saturday, March 27, 2010

1.200 Lokasi Terkenal di Dunia Akan Gelap Gulita

Sebanyak 1.200 tempat terkenal di dunia, termasuk Piramida di Mesir, Menara Eiffel di Prancis, dan Kota Terlarang di China akan gelap gulita Sabtu 27 Maret 2010.

Gerakan ini bersama dengan jutaan orang dari berbagai negara. Mereka akan mematikan lampu dalam momen "Earth Hour", sebuah gerakan akar rumput bertujuan untuk memerangi perubahan iklim.

Tahun ini, memasuki tahun keempat, event ini akan menjadi event terbesar dengan ribuan kota di 125 negara bersiap untuk ambil bagian dalam gerakan ini. Sebanyak 37 negara yang tahun lalu belum turut serta, tahun ini ikut berpartisipasi.

Meski Konferensi Kopenhagen menghasilkan output lembek dan baru-baru ini muncul kontroversi terkait teori-teori mengenai perubahan iklim.

Publik masih berharap akan ada tindakan nyata untuk menghindar dari bencana pemanasan global, seperti yang dikatakan penggagas Earth Hour, Andy Ridley.

"Semacam ada kelelahan publik pada faktor politik yang mengelilingi (isu perubahan iklim), tetapi warga dunia lebih sangat termotivasi tahun ini dibanding tahun lalu," kata Ridley pada sebuah kantor berita seperti dikutip surat kabar Straits Times.

Ditangani oleh organisasi konservasi lingkungan, WWF, "Earth Hour" dicanangkan pertama di Sydney, Australia, pada tahun 2007. Dengan 2,2 juta orang mematikan lampu di rumah dan kantor selama 60 menit merujuk pada konsumsi listrik dan polusi karbon di dunia.

Kampanye itu melaju ke tingkat global pada tahun berikutnya, dan hari ini, lebih dari 1.200 tempat-tempat terkenal di dunia akan mematikan penerangan pada pukul 8.30 malam waktu setempat.

Salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta,
Grand Indonesia, siap berpartisipasi dalam ajang Earth Hour 2010. Beberapa titik di pusat perbelanjaan itu akan dipadamkan selama 1 jam.

"Pemadaman listrik dari jam 20.30 sampai 21.30 WIB ini, akan mengurangi konsumsi listrik sekitar kurang lebih 2 Megawatt atau 2 juta Watt," kata Teges Prita Soraya, Senior Marketing Communication Manager, Grand Indonesia ShoppingTown, Jakarta, Jumat 26 Maret 2010.

Monumen Nasional termasuk ikon Jakarta yang mengikuti aksi global Earth Hour 2009 yakni pemadaman listrik selama satu jam. Namun tak semua bagiannya dimatikan listriknya: puncak Monas masih bercahaya.

Monas merupakan satu dari lima ikon yang dimatikan listriknya pukul 20.30-21.30 ini. Empat ikon lainnya itu yakni Bundaran Hotel Indonesia, Gedung Balaikota Jakarta, Patung Pemuda, dan Air Mancur Arjuna Wiwaha.

Namun saat pemadaman resmi dilakukan di Balaikota Jakarta, puncak Monas ternyata masih benderang. Ratusan peserta aksi global di Balaikota melihatnya dengan jelas, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.

"Menurut aturan, lampu di puncak Monas memang tak boleh dimatikan sepanjang negara kesatuan masih ada," kata Fauzi Bowo, menjelaskan, Sabtu 28 Maret 2009.

Pusat-pusat perbelanjaan di sepanjang Orchard Road, Singapura pun akan ikut memperingati Earth Hour dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan selama sekitar satu jam sebentar malam.

Lebih dari sepuluh pusat perbelanjaan (mall), termasuk mal-mal baru, di sepanjang jalan padat wisatawan ini mematikan lampu mulai pukul 8.30 malam waktu setempat.

Pelaksana kampanye menyebut event ini sebagai "24 jam gelombang harapan dan aksi".

Earth Hour akan menjadi program reguler Ibu Kota. Gerakan mematikan lampu dan perangkat elektronik selama satu jam ini akan dijadwalkan setiap Sabtu malam terakhir di akhir bulan.

sumber