Minyak Gosok cap Tawon Asli

Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk obat-obatan yang wajib dimiliki oleh keluarga. Minyak Gosok cap Tawon diproduksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 di Makassar.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Saturday, July 24, 2010

Penggunaaan Susu Formula Bayi di Rumah Sakit akan Dibatasi

Tahun ini pemerintah menargetkan pembatasan pemakaian susu formula bagi bayi di rumah sakit yang akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pembatasan Susu Formula. Aturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif bayi. "ASI ekslusif digunakan terutama untuk bayi usia 0-6 bulan," ujar Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Binkesmas Kemenkes), Budihardja Singgih, di Jakarta, Jumat (23/7).

Dengan pemberian ASI ekslusif, dapat menurunkan tingkat kematian bayi (AKB) hingga 22 persen. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKB di Indonesia sebesar 44 per 1.000 kelahiran hidup. Pemerintah menargetkan penurunan AKB pada 2015 hingga 36 per 1.000 kelahiran hidup.

Pemberian susu formula pada bayi, rentan akan
bakteri. Apalagi masyarakat lebih memilih cara praktis yang ujung-ujungnya tidak terlalu memperhatikan kehigienisan susu formula yang diberikan pada bayi.

Sumbangsih aturan ini dirasa sangat besar. Pada 2007, hampir 20 bayi meninggal per 1.000 kelahiran hidup pada usia di bawah enam bulan. Oleh karena itu, pemberian ASI ekslusif memberi dampak signifikan terhadap target AKB.

Formulasi RPP pembatasan susu formula tersebut saat ini masih digodok di internal Kemenkes. Budihardja menargetkan, pembahasan RPP tersebut rampung pada akhir tahun ini. Terlebih saat ini sudah ada payung hukum mengenai pembatasan tersebut, yakni UU no 36/2009 tentang kesehatan.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi RPP ini ke perusahaan-perusahaan susu formula. Terlebih kepada rumah-rumah sakit di daerah. "Rumah sakit tidak boleh mengiklankan susu formula," katanya.

Semoga program ini bermanfaat bagi kita.

sumber

Thursday, July 22, 2010

Menghadapi Anak Yang Sering Bicara Kasar

Balita merupakan usia emas seorang anak. Pada usia ini, si kecil mudah menyerap informasi, karena kemampuan belajar dan daya tangkapnya yang masih sensitif.

Akibatnya, jika si kecil mendengar hal positif maupun negatif, dia akan mudah menirunya. Yang jadi masalah, bagaimana bila buah hati jadi sering berkata kasar atau mengumpat?

Berikut ini beberapa tips untuk ibu cara menangani balita yang mulai sering mengumpat:

1. Jauhkan anak dari aktivitasnya saat ia mengumpat. Misalnya, ketika sang anak sedang bermain sendiri atau bersama teman-temannya. Ibu perlu perhatian penuh pada si kecil tanpa memberi kesan menghakimi di depan publik bahwa sang anak melakukan kesalahan.

2. Mintalah anak untuk mengulangi kata-kata (umpatan) yang diucapkannya dalam bentuk kalimat tanya, sehingga ibu bisa mendengar dengan jelas kata yang dimaksud. Bisa jadi, kata-kata itu bukan umpatan namun hanya terdengar seperti mengumpat. Jika ini terjadi, jangan lakukan apa-apa, apalagi berkata “Ooh, Mama kira ade bicara...,” karena hal itu bisa mengenalkan anak kepada kata umpatan tersebut.

3.Jika anak benar-benar mengumpat atau berkata kasar, jangan memarahi dan berteriak kepadanya. Tidak perlu memberi hukuman karena kata umpatan itu merupakan kali pertama sang anak dan ibu harus mampu menanganinya dengan baik.

4. Genggam tangan sang anak,
tatap matanya, dan katakan dengan suara lembut bahwa kata yang diucapkannya bukan kata yang baik dan tidak pantas diucapkan di rumah. Ingatlah untuk selalu menggunakan nada bicara yang bersahabat tanpa menunjukkan kemarahan.

5. Saat si kecil mengerti bahwa yang diucapkannya salah, beri anak pelukan dan katakan, itu bukan kesalahannya karena ia tidak tahu bahwa mengumpat adalah sesuatu yang buruk. Kemudian, biarkan anak kembali pada aktivitasnya.

6. Jika umpatan ini adalah kali kedua, katakan kepada anak dengan nada suara agak tegas, bahwa ia tidak boleh menggunakan kata itu di dalam rumah. Katakan, jika si anak mengulanginya lagi maka ibu akan memberi hukuman karena kalimat itu tidak pantas diucapkan.

7. Jika umpatan terjadi selama tiga kali, ibu harus melakukan aksi yang lebih keras dan disiplin karena anak sudah mengetahui buruknya kata mengumpat, namun tetap melakukannya. Jangan mengurungkan pemberian hukuman. Bersikap tegas dan hentikan umpatan tersebut sebelum menjadi kebiasaan buruk bagi anak.

Semoga tips ini bermanfaat bagi anda, terutama saya.

sumber

Thursday, July 15, 2010

Mengajarkan Anak Bagaimana Menghargai Makanan

Tanpa kita ajari pun, sebetulnya nanti anak kita juga akan tahu kalau membuang-buang makanan itu bukanlah tindakan yang terpuji. Pasti, sekolah, buku bacaan, lingkungan atau akal sehatnya akan mengajarkan hal itu.

Tapi, seperti kita tahu, sebagian prilaku anak itu dibentuk dari pembiasaan, terutama yang terkait dengan nilai dan motif. Karena itu, membiasakan anak untuk menghargai makanan pun perlu kita latih dari sejak balita.

Tanpa pembiasaan dari kecil, walaupun nanti dia tahu, namun motifnya untuk menjalankan apa yang diketahuinya tidak kuat sehingga tidak dilakukan. Ini berlaku untuk nilai-nilai lain, seperti tanggungjawab, kejujuran, kebersihan, dan seterusnya.

Apa sasaran kita mengajarkan anak untuk menghargai makanan? Sebetulnya, jika dilihat dari sisi pengasuhan, sasarannya bukan semata soal makanan, tetapi perlu kita perluas dan dikaitkan dengan cara berpikir.

Cara berpikir akan menentukan hidupnya nanti. Misalnya saja
kita kaitkan dengan kemubaziran, ketuntasan, atau menghargai perjuangan kita. Jika kita biasakan dia dengan cara berpikir yang mubazir (berlebihan), cara seperti itu akan dia terapkan untuk hal lain.

Begitu juga dengan ketuntasan. Dari bagaimana dia makan, dapat kita ajarkan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas sampai tuntas. Atau juga dapat kita ajarkan bagaimana menghargai tenaga orang lain. Seringkali, anak kita minta makanan yang macam-macam, tapi setelah dibuat dengan perjuangan, ternyata tak dimakan olehnya.

Walaupun kejadian seperti di atas sangat umum dilakukan anak-anak balita, tetapi setidaknya jangan biarkan hal itu menjadi kebiasaan. Lebih-lebih kita menganggapnya itu bukan sesuatu yang perlu kita luruskan.

Memang, sikap anak yang kurang menghargai makanan itu perlu dibaca dari berbagai sisi, alias jangan selalu menyalahkan dia. Barangkali kita yang perlu mengoreksi diri. Misalnya, kita tidak menjelaskan apa manfaat makanan tertentu baginya.

Padahal, edukasi itu sangat dibutuhkan oleh mereka. Atau mungkin kita kurang menyajikan makanan dengan menarik. Anak kita terkadang butuh sensasi baru, misalnya membentuk nasi seperti binatang, menaruh minuman di cangkir yang warnya menarik, dan seterusnya. Bagi anak kita, sensasi itu punya arti.

Selain membutuhkan edukasi dan sensasi, variasi pun penting. Untuk memperkaya variasi, kita bisa mengajak anak melihat berbagai menu di majalah atau dimana saja yang membangkitkan daya tariknya. Semoga bermanfaat.

sumber

Thursday, April 15, 2010

Mengatasi Rengekan Si Kecil

Setiap orang tua pasti menghadapi yang namanya rengekan anaknya yang masih kecil. Itu memang kebiasaan anak-anak yang kadang bikin stress. Saat menginginkan sesuatu, biasanya si kecil merengek. Tapi, akan menjadi tidak baik jika si kecil menjadikan rengekan sebagai "senjata" untuk selalu mendapatkan keinginannya.

Umumnya, anak mulai sering merengek di usia 4 tahun ke atas. Hal terpenting yang Anda ketahui adalah jangan pernah membiarkan si kecil menjadikan rengekan sebagai kebiasaan. Atasi masalah ini dengan empat cara berikut.

1. Jangan luluh dengan rengekan

Cara paling baik agar si kecil tidak selalu merengek adalah dengan tidak mendengarkannya, jika ia tidak berbicara dengan jelas. Saat si kecil mulai merengek, katakan padanya untuk berbicara dengan baik dan mintalah dengan tegas padanya untuk menghentikan rengekan.

Jangan mendengarkan apa yang ia katakan sebelum ia menyampaikannya dengan baik. Hal ini tidak hanya untuk menghentikan rengekannya tetapi juga melatihnya untuk berkomunikasi dengan baik.

2. Tunjukkan nada suara yang tepat

Pilih waktu yang tepat untuk menunjukkan mengapa merengek itu tidak baik dilakukan. Kuncinya adalah untuk memastikan si kecil tahu perbedaan antara suara merengek dan nada berbicara normal.

Tunjukkan padanya nada suara yang normal saat meminta sesuatu atau berbicara. Hal ini sangat penting agar si kecil tahu bagaimana berbicara yang benar dan mengungkapkan keinginan tanpa harus merengek.

3. Hargai usahanya


Jika Anda terus-menerus memberitahunya untuk mengurangi dan menghentikan rengekan, ia pasti akan berusaha untuk melakukannya. Upaya apapun yang dilakukannya meskipun belum sesuai yang dicontohkan, harus Anda hargai.

Apalagi jika si kecil sudah bisa mengurangi rengekannya tidak sesering sebelumnya. Berikanlah pujian, hal itu akan memotivasinya untuk berbicara dan berkomunikasi dengan baik.

4. Konsekuensi

Apabila Anda sudah memberitahunya berkali-kali dan ia tetap melakukan rengekan, harus ada konsekuensinya. Anda bisa memberikannya hukuman dengan mengurangi waktunya untuk menonton televisi atau tidak mendengarkannya sama sekali saat ia merengek.

Tapi, jangan "menyerah" untuk memberitahunya kalau merengek itu tidak baik dan ada konsekuensinya jika hal itu terus dilakukan.

sumber

Monday, January 18, 2010

Manfaat Cuci Tangan

Kita sering lupa betapa pentingnya cuci tangan. Sebetulnya di balik kebiasaan cuci tangan tersimpan banyak manfaatnya, seperti dapat terhindar dari penyakit. Lalu bagaimana kalau kita cuci tangan memakai tisu basah khusus cuci tangan saja?

Aturan medis menganjurkan, cuci tangan tak cukup sekadar basah dan terlihat bersih saja. Tangan harus higienis hingga tidak ditemukan lagi bibit penyakit di permukaan kulit tangan, seperti saat akan mempersiapkan bedah diruang operasi. Untuk bisa sempurna begitu perlu teknik cuci tangan yang benar.

Sejak kecil anak perlu ditanamkan kebiasaan cuci tangan yang benar. Bila terbiasa tangannya bersih, ia akan merasa risih bila kotor, basah, atau lengket. Kalau telanjur tak terbentuk kebiasaan cuci tangan akan lebih sukar mengubahnya setelah dewasa.

Prinsipnya meniadakan bibit penyakit
Inti dari tujuan cuci tangan secara medis yaitu meniadakan bibit penyakit dari permukaan kulit tangan. Selain secara mekanis, yakni membasahkan dengan air bersih mengalir, juga diperlukan peniadaan bibit penyakit secara kimiawi, yaitu mellaui sabun cuci tangan. Gabungan mekanis dan kimiawi dalam proses cuci tangan yang dinilai sempurna.

Namun itu saja belum sempurna, karena
idealnya diperlukan teknik mencuci tangan agar tak ada bagian kulit tangan yang terlewat pada saat proses cuci tangan. Mengapa? Karena dari hasil riset pada saat orang mencuci tangan, ada bagian-bagian kulit tangan yang sering luput dari proses cuci tangan. Di antaranya bawah kuku, sela jemari, pangkal jempol, dan punggung tangan. Apa pun teknik dan cara cuci tangan yang dipilih, prinsipnya tidak boleh ada bagian kulit tangan yang luput dari proses meniadakan bibit penyakit.

Idealnya, cuci tangan harus di bawah air mengalir, dengan sabun yang mengandung bahan pembunuh bibit penyakit (antisepsis), serta melakukannya dengan teknik yang benar. Bukti bahwa cuci tangan tidak tepat dan tidak benar, bila permukaan kulit tangan dilihat dibawah pemeriksaan ultraviolet, ditemukan ada bagian kulit yang masih ada bibit penyakitnya.

Tangan sebagai pusat kontak bibit penyakit
Betul. Tangan kita pusat berlabuh berbagai bibit penyakit yang datang dari mana-mana. Mulai dari saat bersalaman, memegang pintu kamar kecil, menyentuh barang berkuman, sehabis membasuh, serta menyentuh segala sesuatu yang banyak disentuh khalayak umum. Termasuk sehabis memegang uang.

Tangan yang kelihatan bersih saja, belum cukup kalau tujuannya agar tercegah dari penyakit infeksi (water-borne diseases). Dengan penularan bibit penyakit dari tangan ke mulut (fecal-oral), bibit penyakit dapat memasuki tubuh. Maka betapa penting membebaskan kulit tangan dari aneka jenis bibit penyakit.

Terobosan instan
Kehidupan makin mengejar kepraktisan dan cara yang lebih instan. Ketika di berbagai tempat orang membutuhkan cara paling jitu dan ringkas, bagaimana mobilisasi manusia yang tinggi masih tetap bisa melaksanakan proses higienisasi untuk kedua tangannya. Saat air bersih yang dibutuhkan tidak ada, dan sabun tidak praktis dibawa ke mana-mana, tisu khusus cuci tangan jalan keluarnya.

Lalu apakah memadai cuci tangan memakai tisu khusus? Tentu saja, paling ideal masih dengan air bersih mengalir, dan sabun. Namun kekurangan pilihan yang paling ideal itu, tidak senantiasa tersedia di mana saja dibutuhkan. Maka disinilah peran tisu basah khusus cuci tangan memberikan kelebihannya. Dengan tisu khusus ini cuci tangan dapat dilakukan kapan saja, dimana saja dan dapat menekan jumlah bibit penyakit dari kulit tangan.

Kaidah mekanis dan kimiawi pada proses cuci tangan dengan tisu sebetulnya masih terpenuhi. Yakni ketika masih memungkinkan menggosok dan menyeka kulit tangan selama memakai tisu. Dan bibit penyakit yang mati karena kandungan kimiawi yang terkandung dalam tisu, terpenuhi pula. Tinggal bagaimana teknik menyekanya, apakah dilakukan terhadap seluruh permukaan kulit tangan. Apakah kemudian mengulang membersihkannya dengan tisu yang baru.

Selama menyekanya sistematis pada seluruh permukaan kulit tangan, dan kandungan kimiawi yang terkandung dalamnya dapat membunuh bibit penyakit, tisu cuci tangan sementara (darurat) bisa menggantikan cuci tangan konvensional.

Orang sekarang membutuhkan cara praktis dan instan semacam itu, daripada tidak sama sekali. Hal yang lebih penting apakah kita telah memakai tisu cuci tangan dengan cara yang betul. Yakni untuk membebaskan tangan dari berbagai bibit penyakit.
Semoga artikel ini bermanfaat.

sumber

Wednesday, January 06, 2010

Dik, Izinkan Saya Menikah Lagi............

"Sayang, Abang minta izin untuk menikah lagi..,"

Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkejut. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya terdengar dari iklan TV, sementara TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah. TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil..
Dia menghela nafas panjang.

Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dulu, sewaktu puterinya masih kecil, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menengok kamar putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin. Setelah dia kembali kepada suaminya.

(sebelum membaca lebih lanjut, ini adalah sebuah notes dari Carla Marita, dikutip ulang oleh 'Gita Ranuhardi')

Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah icon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang bekerja sebagai sekretaris dikantornya benar-benar membuatkan dia lemah.

"Kamu mampu Asraf, dengan gaji kamu, aku rasa kamu mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sekantor menguatkan lagi keinginan apabila dia berbicara dengan Aliyah.

" Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup dimadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.

Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai sholat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke kantor. Tidak seperti biasanya, dia akan sarapan bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, kenangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.

" Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah mau bertemu dengan wanitaitu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas hati. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang menggilai wanita yang jauh lebih muda.

"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Mau diapakan buah hatinya itu? Namun, tanpa sadar dia mengangguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan hal yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah gelas dan piring. Ehhh, itu zaman dulu... Zaman sekarang ini, isteri-isteri lebih bijak.

Teringat dia kisah seorang tentara yang disimbah dengan garam, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cabang lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkawinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.

"Apa, mau suruh Qis bertemu dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. "Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia membujuk Qis.

"Biar betul, apa yang mau dia lakukan terhadap Qis?" "Takutlah Qis, kalau khilaf dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam itu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.

Mau apakah calon madunya bertemu dengannya? Dia sering disuguhkan dengan berbagai cerita isteri pertama menganiaya isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika mau menganiaya aku. Desis hati kecil Qistina. Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicoba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berhasil. Teman serumah bilang mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk dipertemukan oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktivitas keagamaan di masjid.

Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, setiap malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid, dia coba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berjanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.

Tiba-tiba... sms berbunyi masuk ke inbox Hpnya. "Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang."

Dibawah Hpnya, ada secarik sampul besar.

Untuk Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...

Asraf Mukmin diburu keheranan. Sampul berwarna cokelat yang hampir sama besarnya dengan A4 itu dibuka perlahan.
--------------------------
-------------------------------------

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih.

Salam sejahtera buat suami yang tercinta, semoga ridhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi pertemuan yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.


1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diseret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , terutama lagi Abang mau menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...



2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, terutama lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, sewaktu kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food itu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kasihan nanti, tidak makan pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...



3. Aliyah ada mengajak dia sholat berjemaah. Kalang kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. iYalah, nanti dia akan menjadi ibu dari anak Abang yang akan lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kalang kabut memakai mukena... Aliyah sayangkan Abang...



Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.

Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada surat izin untuk berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan Garuda ke Bali. Jika munajat Abang di Masjid mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah surat ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa mau bilang, Qistina telah berada diBali. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abang...

Tetapi jika Abang merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abang.

Tetapi, jika Abang merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abang.. tolonglah bukakan pintu kamar ini. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai..masakkan Aliyah.

Salam sayang, Aliyah Najihah


~~~~~~~~~~~~~~~~~

Poligami adalah pilihan
tidak poligami juga pilihan
berpoligami tidak dosa
tidak berpoligami juga tidak berdosa

jika ukurannya pilihan
maka pertimbangannya adalah Al Ashlah
maka.. pilihlah yang terbaik untuk hatimu
untuk keluargamu, untuk pengabdianmu menegakan agama Allah

jangan poligami iya tapi perjuangannya tidak
jangan poligami iya tapi ngurus umatnya tidak
jangan poligami iya tapi cueknya pada umat luar biasa
itu hanya kepentingan ego
itu hanya kepentingan lebido
itu kedzoliman yang dibungkus dengan ayat ayat Allah
poligami adalah jalan keluar, jangan justru menjadi penghalang

PESAN UNTUKMU PARA SUAMI YANG INGIN POLIGAMI
ada yang lebih penting untuk umat ini
dari pada sibuk memperbanyak istri
maka berhati hatilah untuk memutuskan poligami
bertanyalah kedalaman hatimu
sudah standarkah keimananmu?
ukurannya mati, siapkah engkau mati untuk Allah subhana wata'ala?
jika jawabannya ia
saya kira banyak wanita siap menjadi madu istrimu

PESAN UNTUK ISTRI YANG SIAP DIPOLIGAMI
saudariku dihadapan kalian bidadari dunia
yang memiliki hati samudra
untuk rela berbagi suami karena pengabdian kepada Ilahi
sesungguhnya tak terlalu penting lagi segala macam pesan dan nasehat
kalianlah ayat ayat Allah yang menjelma didunia
kamilah sungguhnya yang harus metadaburinya
untuk berhati hati untuk tak menebar luka dihati

syurga menjadi lebih terbuka pintunya
wahai kalian para pemilik hati samudra
tanggung jawab melayani suami telah terbagi
dan dijinjing bersama
sehingga ringan pertanggung jawabannya dihadapan mahkamah Illahi

PESAN UNTUK ISTRI YANG TAK RELA DIPOLIGAMI
untuk saudariku yang tak mau dimadu
ketidak mauanmu adalah pilihan
seperti apa yang telah kututurkan
bukan sebuah dosa dan bukanlah kesalahan
engkau boleh mengajukan khulu' dan memilih untuk sendiri
tanpa harus menafikan akan adanya ayat legal poligami
lalu kembali meraba hati
untuk menemukan peran inti
akan arti hidup yang sangat singkat ini
kemanakah kelak saudari kembali.

SEMOGA BERMANFAAT.

Tuesday, December 22, 2009

Pengaruh Buruk Makanan Manis Pada Anak-Anak

Salah satu kebiasaan orang tua ialah memberikan pada anak-anak permen atau makanan manis agar mereka senang. Makan an manis memang cenderung disukai anak, Tapi demi kesehatan, sebaiknya jenis menu yang serba manis perlu dibatasi. Karena menu serba manis yang berlebihan dapat mengakibatkan kegemukan dan bisa berdampak terhadap kesehatan gigi geligi. Apa saja dampak jangka pendek, dan apa pula jangka panjangnya? Simak artikel dari Sahabat Nestle berikut ini:

LIDAH anak terbentuk sejak masih awal. Bagaimana ibu memilihkan jenis menu, akan membentuk selera cita rasa anak di kemudian hari. Kita perlu memperkenalkan sebanyak mungkin jenis menu kepada anak sejak awal dan hindari memperkenalkan jenis menu tak menyehatkan.

Menu manis salah satunya. Makna menu manis bisa berarti dua, manis berasal dari gula asli, dan manis dari gula buatan (sweetener). Dua-duanya bila dikonsumsi berlebihan tidak menyehatkan.

Gula sendiri bisa dari air tebu menjadi gula pasir, dan yang dari enau menjadi gula merah. Bila dikonsumsi berlebihan sama-sama tidak menyehatkan. Namun kalau boleh memilih, gula merah lebih baik ketimbang gula pasir. Mengapa?

Dalam proses pembuatannya gula pasir sudah ditambahkan zat kimia sebelum menjadi kristal, sekaligus proses itu menghilangkan sebagian zat gizi air tebu, sedang dalam pembuatan gula merah tidak ditambahkan bahan kimia apa pun.

Gula buatan atau gula biang atau pemanis buatan memang tidak menambah besar kalori yang masuk ke dalam tubuh. Namun perlu diingat, apakah itu aman bagi tubuh. Bila hendak memakai gula ini pilihlah yang memiliki registrasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Untuk terdaftar pada registrasi BPOM umumnya telah melewati serangkaian pemeriksaan ketat dan memenuhi standar / ketentuan dari Badan-POM. Maka perlu cermat memilih penganan, minuman, dan aneka jajanan di pasaran yang mungkin ditambah pemanis dan tidak memiliki nomor registrasi dari BPOM.

Pengaruh jangka pendek
Konsumsi berlebihan, baik gula asli maupun gula buatan sama-sama tidak menyehatkan. Selain mengakibatkan gemuk, gula bisa merusak gigi geligi. Gigi menjadi keropos gara-gara sering mengonsumsi gula dalam kue, penganan, coklat, dan semua yang terbuat dari gula jika setelah konsumsi tak segera menggosok gigi.

Gula tergolong makanan karbohidrat sebagaimana halnya nasi, roti, mi, sagu, ubi, atau jagung. Karbohidrat yang menyisa di gigi yang bersenyawa dengan kuman di mulut akan mengeroposi email gigi secara kimiawi. Jahatnya asam yang terbentuk dari sisa makanan berkarbohidrat dan kuman itulah yang menjadikan gigi keropos, bolong, lalu tanggal bila tak dirawat. Oleh karena itu segeralah menggosok gigi sampai bersih, untuk mengurangi risiko kerusakan gigi.

Gula tergolong jenis menu dengan nilai glycaemic tinggi. Artinya jenis menu yang langsung meninggikan kadar gula dalam darah. Itu sebabnya gula menjadi musuh paling jahat bagi pengidap kencing manis. Pada tubuh yang berbakat kencing manis, gula harus distop sama sekali. Sedang pada tubuh normal, kelebihan mengonsumsi gula menyedot lebih banyak insulin. Dan ini pun tidak sehat.

Pengaruh jangka panjang
Pengaruh jangka panjang kelewat banyak mengonsumsi gula secara berlebihan tentunya mengakibatkan kelebihan berat badan. Pada yang berbakat diabetes tentu memperburuk penyakitnya. Pemakaian jangka panjang pemanis buatan yang tidak aman, diduga ada pengaruh buruknya.

Sering mengonsumsi gula secara berlebihan akan menguras lebih banyak insulin tubuh. Akan lebih sehat jika kita mengkonsumsi rasa manis yang berasal dari buah-buahan, terlebih buah yang banyak mengandung serat, seperti apel, pear, jambu air, jeruk, dsb. Serat dalam buah akan memperlambat penyerapan gula, hingga tidak cepat menaikkan gula-darah.

Selain itu akanlebih menyehatkan bila memilih mengonsumsi gula dari bebuahan (fructose), gula air enau, gula madu, dan gula dari sayur, serta segala yang manisnya berasal dari alam. Untuk itulah anak sejak kecil dibiasakan diberi jenis gula alami sepeti itu. Jenis pemanis yang lebih akrab dan cocok dengan sistem pencernaan manusia.

Namun sudah pasti jenis gula alam juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, karena akhirnya akan menambah kalori yang masuk ke dalam tubuh, dengan akibat yang sama sebagaimana yang menjadi dampak buruk menu bergula pasir, bergula merah. Akan lebih baik mengajarkan anak untuk tidak mengkonsumsi makanan yang terlalu manis.
Sumber foto: Inilah.com

Saturday, December 19, 2009

Tips Membeli Perlengkapan Bayi


Adsense Indonesia

Bagi anda yang akan segera punya bayi atau sudah punya bayi, mungkin artikel ini bermanfaat sebelum anda memutuskan untuk membeli perlengkapan bayi.

Ada beberapa perlengkapan bayi yang mungkin bisa anda pertimbangkan sebelum membeli, antara lain:

BABY TAFEL.
• Umumnya ukuran baby tafel sama dengan ukuran sebuah meja standar. Tentu di dalam kamar yang ukurannya terbatas, baby tafel akan mempersempit ruangan, jika anda punya ruangan yang luas, tidak masalah membeli Baby Tafel ini.
• Waktu penggunaan baby tafel ini singkat. Setelah bayi 6 bulan, memakaikan bayi popok/baju di atas baby tafel justru berisiko karena bayi sudah bisa berguling ke sana kemari.

BOKS BAYI.
* Bila si kecil akan diajarkan tidur sendiri semenjak bayi, pilihan memiliki boks adalah tepat. Pilih boks yang sesuai dengan kebutuhan dan keuangan. Bila ingin sekaligus berfungsi sebagai tempat tidur hingga berusia batita, pilihlah yang besar dan dapat ditingkatkan fungsinya.
* Masa pakai boks bayi tidak lama. Umumnya hanya selama masa bayi atau kurang lebih 1 tahun. Setelah memasuki masa batita, biasanya anak sudah aktif bergerak.

KANTONG TIDUR.

• Berhubung kita tinggal di negara tropis, bisa jadi kantong tidur malah akan membuat bayi kegerahan dan membuat tidur bayi tidak nyenyak. Namun bila kamar si kecil ber-AC kantong tidur ini bisa menjadi pengganti selimut yang nyaman.
• Kantong tidur umumnya digunakan ketika bayi pulang dari rumah sakit. Fungsinya sebagai pembungkus bayi agar tidak kaget saat terkena suhu luar. Namun sebenarnya selimut tipis khusus untuk bayi juga sudah dapat difungsikan sama dengan kantong tidur.

KERANJANG BAYI.
Keranjang bayi umumnya digunakan untuk bayi yang baru lahir. Dalam keranjang, tidur bayi tidak terganggu jika ia harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Hanya saja, masa pakainya tidak lama.


KERETA DORONG.
* Bila kekerapan kita untuk bepergian dengan si kecil memang tinggi, kereta dorong tentulah menjadi barang yang urgen. Sebaliknya kalau si kecil yang masih imut-imut itu lebih sering tinggal di rumah, ditambah banyak orang yang bersedia menggendongnya, ada nenek, kakek, tante dan pengasuh, maka dana untuk membeli stroller bisa dialihkan untuk keperluan bayi lainnya.
* Bila Anda memiliki prinsip untuk selalu menjaga kelekatan dengan bayi (salah satunya dengan menggendong) tampaknya kereta dorong tidak akan banyak digunakan.

Itulah tips membeli perlengkapan bayi. Ingat, pertimbangkan sebelum membeli.
(Sumber: Nakita)

Sunday, June 14, 2009

2 Tahun Rahima: Antara Permen dan Racun Tikus

Artikel ini semestinya terbit April lalu, tapi saya baru bisa bernafas lega, duduk santai di depan TV untuk menulisnya melalui hp saya.

Anak saya, tanggal 11 April lalu telah berusia 2 tahun. Telah banyak perkembangan yang terjadi setahun ini. Perbendaharaan kata sudah banyak. "Ayah, makan!" itu kata-kata yang barusan terdengar sebelum menulis artikel ini. Sudah bisa disuruh ambil ini dan itu, Sayangnya,

perilakunya mengarah kepada hal yang tidak baik. Mencubit, mencakar, atau memukul orang, tak hanya teman sebayanya, orang tua pun tak pandang bulu. Hal yang selalu mengganggu, yaitu menghalang-halangi orang masuk di mini market, menghalangi orang membuka kulkas, membongkar jualan yang sudah disusun rapi atau menghancurkannya, atau membocori minuman atau makanan dengan pulpen. Satu hal lagi, makanan, minuman, semua mau dicoba, paling suka dengan permen. Karena selalu dilarang, suatu hari, seminggu sebelum ultahnya, dia makan racun tikus yang dikira permen. Untung saya temukan sisanya di lantai. Sebenarnya itu kesalahan orang rumah, karena menggantung racun tikus di tangga. Waktu ibunya menjemur di lantai 2, dia menangis-nangis mau naik ke lantai dua, karena tangga dihalangi dengan whiteboard, mungkin karena capek menangis mau ikut naik, akhirnya dia membongkar kantong plastik yang tergantung di tangga dan menemukan permen untuk membunuh tikus. Tuhan masih menginginkan kami tetap bersama. Sudah dua kali saya berutang nyawa. Pertama, waktu Rahima terjatuh dari pundakku dan pas kepalanya membentur lantai, dan ketika racun tikus ini dimakannya, saya yang menemukan sisanya.

Oya, Fira Kalau ditanya, kenapa Fira tidak ikut ke sekolah, jawabnya "cubit-cubit kakak", maksudnya, tidak dikasih ikut karena suka mencubit kakak-kakak yang duduk di TK.

Saya biasa menghukumnya, menutup pintu belakang masuk mini market agar dia tidak bisa masuk, dia menangis sejadi-jadinya. Kadang dia meminta, "ayah, Fira mau jaga toko". Saya tanya "mau apa di toko?" jawabnya "mau cubit-cubit orang" sambil tertawa.
Minta ampun benar bandelnya. Ternyata, mendidik anak tidaklah mudah. Terlalu disiplin apalagi menggunakan kekerasan akan berdampak buruk, ditegur dan diajari dengan baik juga tidak diperhatikan, apalagi kalau dibiarkan saja, justru akan merusak. Teori, memang mudah, tapi prakteknya benar-benar susah. Butuh kesabaran, dan itu tidak bisa bagi saya.

Tuesday, May 19, 2009

Pendidikan Berawal Dari Rumah


Mungkin kita pernah mendengar pertanyaan terhadap seorang anak yang berprestasi di sekolahnya, seperti ini "Itu anak siapa ya?". Keberhasilan seorang anak selalu mengundang orang untuk menengok tempat asalnya. Anak siapa? Sekolah di mana?
Sekolah memang tempat untuk belajar, tetapi rumah merupakan pondasi untuk membangun kehidupan anak kita.

Anak tidak pernah memulai belajar menulis dan membaca di sekolah. Semuanya berawal dari rumah. Apapun yang dibawa sang anak ke luar, itu berasal dari rumah. Etika, Tata krama, tutur kata, tingkah laku semuanya berawal dan belajar di rumah. Baik buruknya kebiasaan anak di luar, itu mereka dapatkan di rumah.
Untuk itu, penting bagi kita menanamkan cara hidup dan sikap yang baik dan benar di rumah, sebelum mereka beranjak keluar dan menemukan hal-hal baru di luar sana.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi kita semua.

Monday, September 08, 2008

Buka Puasa Bersama Blogger Angingmammiri dan Kecelakaan

Sebenarnya, saya ingin menulis artikel yang berjudul Ramadhan dan Kebebasan, tapi karena terjadi kecelakaan, maka saya "terpaksa" menulis artikel ini. Terpaksa, karena saya merasa tadinya artikel ini tidak perlu ditulis, menjadi perlu. Karena sejak kejadian itu hingga artikel ini saya tulis, nafas saya seperti masih beku dan saya masih gemetar.

Kemarin siang, saya menghadiri undangan dari Angingmammiri.org untuk Buka Puasa bersama di Food Court Mall Ratu Indah Lt.3, yang dihadiri oleh sekitar belasan orang, yang diakhiri dengan rapat kecil-kecilan mengenai rencana kunjungan ke panti asuhan. Acara ini berakhir pukul 20.45 WITA.
Sepulang dari acara, saya singgah beli alat tulis dan kemudian kembali ke rumah. Sampai di rumah, langsung ke kamar mendengarkan Radio Jepang NHK World hingga pukul 22.00 WITA, kemudian turun ke warung untuk menghitung uang penjualan pulsa hari itu.
Karena kami sekeluarga belum tidur, termasuk anak saya Rahima masih asyik berlari-larian dan minta digendong. Saya gendong, capek menggendong, saya naikkan ke pundak saya sambil melayani pembeli.
Tiba-tiba Rahima meronta ketika saya hendak mengambil belanjaan, tangan saya terlepas, dan Rahima jatuh seperti batang pisang yang tumbang, Saya masih sempat menangkap kakinya, tapi praaak...!, kepalanya menghantam lantai. Terlambat!
Istri saya langsung melompat dari kursi, menangkap Rahima yang masih sempat saya tahan kakinya. Istriku menjerit dan menangis histeris sambil memeluk Rahima erat-erat, ipar saya pun lari keluar dan histeris, disusul mertua saya dan seisi rumah.
"itu berdarah telinganya!"
"mana?, tidak ada darah" kataku.
Istriku melepas pelukannya. Kami segera memeriksa dan menanyakan apanya yang sakit, tapi Rahima tidak menunjuk apa-apa, padahal biasanya kalau dia jatuh, pasti menunjuk sesuatu yang sakit.
Alhamdulillah, anak saya tidak apa-apa.
Saya tidak yakin anak saya selamat, dengan melihat posisi jatuh dan tingginya pundak saya.
Sungguh Allah masih menyayangi kami.

Saya sadar dalam kehidupan ini, seringkali terjadi hal-hal di luar akal manusia. Dan kejadian seperti itu mestinya makin mendekatkan diri kita pada Allah SWT.

Mudah-mudahan anak saya tidak apa-apa. Doakan ya.

Sunday, May 11, 2008

2 TAHUN PERNIKAHAN

Dalam kehidupan sehari-hari kadangkala ada perbuatan kita yang dapat membuat hati pasangan kita terluka sehingga menyebabkan retaknya hubungan.
Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membangun mahligai rumah tangga agar tidak retak:
1. Dengarkan pasangan anda. Dengarkan apabila dia bicara. Jangan memotong pembicaraan walaupun anda tidak setuju apa yang dikatakannya. Kalaupun anda tidak setuju apa yang dikatakannya, nanti setelah selesai berbicara barulah anda memberi respon terhadap apa yang dia katakan. Intinya, jadilah pendengar setia terhadap perkataan ataupun curahan perasaan pasangan anda.
2. Hargai pendapat, pemikiran, maupun keinginan pasangan anda.
3. Sekali-kali anda menanyakan pada pasangan anda mengenai perasaannya terhadap anda, dan juga bagaimana perkembangan hubungan anda terhadapnya. Ketahuilah bahwa pemikiran, perasaan, dan keinginan seseorang berubah-ubah dari waktu ke waktu.
4. Hargai pasangan anda, baik ketika sendiri, apalagi di depan orang banyak. Menjatuhkan pasangan anda di depan orang lain bisa berakibat fatal.
5. Perlakukan pasangan anda selayaknya, karena anda mempunyai hak, tanggung jawab dan kedudukan yang sama dalam hal hubungan suami istri, meskipun anda berasal dari golongan bangsawan, lebih banyak harta, dan lebih berpangkat. Pasangan anda adalah pendamping anda, bukan budak, ataupun bawahan anda.
6. Suami dan istri wajib memenuhi kebutuhan pasangan sesuai dengan kewajiban dan haknya masing-masing.
7. Hal paling penting yaitu kejujuran dan kesopanan terhadap pasangan anda. Janganlah sekali-kali berdusta, kecuali berbohong demi kebaikan hubungan dengan pasangan anda, demikian pula kesopanan harus tetap dijaga. Bedakan antara bersenda gurau dengan berlaku kurang ajar.
8. Pemberian maaf merupakan tindakan yang bijaksana, tetapi meminta maaf merupakan tindakan yang mulia.

Itulah delapan poin yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Thursday, May 08, 2008

1 TAHUN RAHIMA

Rahima sekarang sudah berusia 1 tahun. Saya muat fotonya pas di hari Ulang Tahunnya 11 April lalu. Ulang tahun di Mall.
Maklum ibunya suka pergi ke Mall. Waktu ngidam saja, ngidamnya ke mall. Pantas saja Rahima kalau dibawa ke Mall tak pernah rewel. Kalau di rumah, bikin repot semua orang. Mungkin begitu anak kecil ya. Dia manja sekali. Kalau keinginan tak terpenuhi, pasti nangis meronta-ronta. Maklum, karena orang tuanya sibuk, banyak orang yang menjaganya, sehingga karakternya terbentuk dari banyak pengasuhnya.
Usia 10 bulan, Rahima sudah mulai berjalan. Sekarang sudah bisa berlari dan selalu ingin keluar rumah. Sayangnya belum bisa bercakap. Masih terbatas pada beberapa kata, seperti Mama, Papa, yah (ayah), cicak, becak, dll.