Minyak Gosok cap Tawon Asli

Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk obat-obatan yang wajib dimiliki oleh keluarga. Minyak Gosok cap Tawon diproduksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 di Makassar.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, May 20, 2009

Menggunakan Bahasa Indonesia yang Benar di Media Internet

balaibahasabandung.web.idBahasa Indonesia merupakan bahasa nasional kita. Dari lebih seratus bahasa daerah yang ada di Indonesia, Bahasa Indonesialah bahasa pemersatu, sehingga kita dapat mengerti pembicaraan satu sama lain.
Dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam hal ini Bahasa Indonesia yang baku, maka kita turut melestarikan budaya bangsa kita.
Di media internet, terutama blog, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat dianjurkan. Jika kita melakukan blog walking (surfing), kita seringkali menemukan penggunaan istilah lokal di dalam blog, mungkin hal ini dimaksudkan untuk membuat tulisan/artikel yang dimuat lebih pantai dan menarik. Kebanyakan orang berpendapat, penggunaan bahasa yang baku di media blog dianggap terlalu serius, dan hal ini bisa menyebabkan pengunjung blog enggan untuk berkomentar. Mungkin ada benarnya. Tapi, sebagaimana kita ketahui bahwa media blog merupakan media worldwide yang dibaca oleh pengunjung dari mana saja, pengunjung dari daerah dan negara mana saja bisa saja menemukan dan membaca blog kita. Penggunaan istilah lokal akan dapat menyebabkan tulisan kita kurang dimengerti oleh pembacanya. Selain itu, dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar, maka tulisan kita dapat diterjemahkan melalui Google Translator ke dalam berbagai bahasa di dunia, sehingga para pengunjung dari belahan dunia manapun bisa mengerti tulisan kita, meskipun kita sendiri tidak mengerti atau tidak bisa menulis artikel dalam Bahasa Inggris atau bahasa lainnya, sehingga apa yang kita sampaikan lewat tulisan dalam blog kita akan dipahami oleh semua orang. Sayang kan kalau tulisan kita sangat menarik, tapi hanya segelintir orang saja yang memahaminya. Semenarik apapun tulisan kita, jika kurang yang memahaminya, apalah gunanya.

Tuesday, May 19, 2009

Pendidikan Berawal Dari Rumah


Mungkin kita pernah mendengar pertanyaan terhadap seorang anak yang berprestasi di sekolahnya, seperti ini "Itu anak siapa ya?". Keberhasilan seorang anak selalu mengundang orang untuk menengok tempat asalnya. Anak siapa? Sekolah di mana?
Sekolah memang tempat untuk belajar, tetapi rumah merupakan pondasi untuk membangun kehidupan anak kita.

Anak tidak pernah memulai belajar menulis dan membaca di sekolah. Semuanya berawal dari rumah. Apapun yang dibawa sang anak ke luar, itu berasal dari rumah. Etika, Tata krama, tutur kata, tingkah laku semuanya berawal dan belajar di rumah. Baik buruknya kebiasaan anak di luar, itu mereka dapatkan di rumah.
Untuk itu, penting bagi kita menanamkan cara hidup dan sikap yang baik dan benar di rumah, sebelum mereka beranjak keluar dan menemukan hal-hal baru di luar sana.

Semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi kita semua.

Sunday, May 03, 2009

Pilih Mana, Jadi Pacar atau Jadi Sahabat?

Artikel ini saya yakin akan menarik buat para kawula muda (tidak menutup kemungkin juga buat orang yang sudah berumur). Pasti, kalau semua yang membaca artikel ini mau memberikan komentar dan alasannya, tentu akan diperoleh jawaban yang beragam.
Artikel ini saya tulis, bukan karena teringat masa muda, atau lagi puber kedua, tapi ide ini keluar setelah melihat sepasang kekasih berkelahi (entah gara-gara apa, saya juga kurang tahu).
Kalau sudah melihat sepasang kekasih berkelahi, mungkin dalam benak sebagian orang, masih pacaran saja sudah berkelahi, apalagi kalau sudah menikah. Alasannya, biasanya orang pacaran itu romantis banget, yang diperlihatkan yang baik-baik saja, sementara yang buruk disembunyikan agar sang doi tidak minggat, sementara kalau sudah menikah, semua yang kotor-kotor akan nampak jelas.
Bagaimana menurut anda?
Bagi saya, sahabat lebih baik dari pada pacaran (mungkin pengalaman pacaran lebih banyak yang menyusahkan dari pada menyenangkan, atau karena lebih banyak harapan yang jauh dari kenyataan).
Tapi ya, itu saran saya, kalau anda ingin bebas dari sakit hati, gelisah dan cemburu, lebih baik anda bersahabat saja. Meskipun dalam kenyataannya, manusia punya perasaan ingin memiliki, untuk itu pacaran mungkin dianggap jalan yang paling baik. Tapi, itu bukan jaminan, karena jodoh ADA DI TANGAN TUHAN.
Dan, satu lagi, sssst....pacaran itu mendekatkan pada dosa loh....
Sampai di sini dulu, ditunggu tanggapannya.

Wednesday, April 22, 2009

Peluang Bisnis Pulsa

Beberapa hari yang lalu, Asosiasi Pengusaha Pulsa mengadakan rapat membahas mengenai kondisi penjualan pulsa di tingkat outlet berada pada persaingan tidak sehat. Dalam rapat tersebut, semua dealer Telkomsel yang hadir menandatangani kesepakatan harga standar minimum yang diperbolehkan untuk penjualan pulsa elektrik kartu Simpati dan As, yang isinya mengimbau kepada semua outlet untuk mematuhi ketentuan tersebut dan tidak melanggar dengan memasang harga yang tidak wajar.
Meskipun semua dealer Telkomsel telah menandatangani kesepakatan tersebut, namun
saya lihat masih ada beberapa outlet yang memasang harga di bawah standar. Apabila tidak ada sanksi baik berupa teguran atau pencabutan hak berdagang pulsa bagi mereka yang tidak mematuhi ketentuan tersebut, maka saya yakin, kesepakatan tersebut hanya berlaku bagi sebelah pihak. Telkomsel, dalam hal ini, perlu turun tangan untuk mengontrol kondisi seperti itu.

Kemudahan dalam menjalankan usaha perdagangan pulsa dengan modal Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) sekalipun, siapa saja bisa membuka outlet penjualan pulsa. Kalau modal untuk menggunakan chip M-Kios dianggap cukup mahal, yaitu setiap minggu harus mengorder pulsa minimal Rp. 1 juta, maka ada pilihan lain, ada yang namanya sistem penjualan dengan SMS, dengan deposit minimal Rp. 500 ribu bahkan ada yang di bawahnya. Jika modal masih tidak mencukupi, ada yang namanya chip multi operator. 1 chip digunakan untuk menjual semua jenis voucher elektrik dengan modal minimal Rp. 100 ribu saja. Masih banyak lagi model penjualan pulsa yang menyebabkan menjamurnya pengusaha pulsa khususnya di kota Makassar.
Menjamurnya outlet penjualan pulsa menyebabkan sebagian pedagang pulsa mengambil strategi jitu agar pulsanya laris, salah satunya dengan menurunkan harga di bawah standar, sehingga pedagang lain dirugikan. Persaingan tidak sehat.
Saya, sebenarnya kalau mau melakukan hal seperti itu, saya bisa melakukan yang lebih gila lagi. He3x....

Tunggu tanggal mainnya, kalau persaingan yang tidak sehat makin menggila, apa boleh buat kalau kita harus bermain di air keruh. Toh, berdagang pulsa bukanlah pendapatan utama.

Friday, April 10, 2009

Yakinkah Hasil Pemilu Legislatif 2009 berdasarkan hati nurani rakyat?

Kemarin, 9 April 2009 merupakan Pemilu legislatif di Indonesia. Menurut berita yang saya dengar, ada sekitar 35% rakyat Indonesia yang tidak menggunakan hak pilihnya. Tapi bukan itu yang ingin saya soroti. Ada satu hal yang mengganjal di hati. Apakah hasil pemilu ini nantinya betul-betul merupakan pilihan rakyat sesuai dengan hati nuraninya? Saya pikir, mungkin tidak. Bukan saya berprasangka buruk bahwa akan ada permainan, tapi karena melihat banyaknya calon legislatif yang hendak dipilih, terutama di tingkat kabupaten/kota, menjadikan pemilih (termasuk saya) bingung mencari kandidat sendiri, apalagi mereka (terutama orang tua) yang sudah kurang jelas penglihatannya, maka hanya dua kemungkinan, kalau bukan surat suaranya batal maka kemungkinan besar salah contreng.
Bagaimana menurut anda? Bagaimana kondisi pemilu di tempat anda?