Minyak Gosok cap Tawon Asli

Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk obat-obatan yang wajib dimiliki oleh keluarga. Minyak Gosok cap Tawon diproduksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 di Makassar.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, November 07, 2008

Telkomsel: Seminar Entrepreneurs bersama Farhan

Salah satu program Simpatizone dengan Campus Community-nya, yaitu mengadakan seminar entrepreneurs. Mungkin teman-teman heran melihat foto di atas tidak layaknya situasi seminar, tapi seperti antrian pembagian zakat. Saya tidak sempat mengabadikan acara seminar itu karena saya cuma ikut antrian pengambilan kostum gratis dari penyelenggara acara ini. Soalnya saya masih dalam keadaan kurang fit saat itu. Jadi yang ikut seminar hanya adik ipar saya.

Seminar Entrepreneurs ini diadakan pada hari Selasa, 4 November 2008 di Baruga Andi Pangerang Pettarani UNHAS yang dihadiri oleh lebih 1000 orang peserta yang kebanyakan mahasiswa. Dalam seminar ini, yang hadir sebagai pemateri antara lain Farhan (artis, pengusaha, dan motivator), Adhi Arisman (Motivator, Presdir PT. Smart Mind Solution, Master Trainer Indonesia), dan pemilik Uniquesticker, Mawardi.

Meskipun saya tidak sempat mengikuti acara seminar itu, tapi jangan khawatir, karena ada kisi-kisi jawabannya, tinggal pelajari saja, besok akan bisa dikerja semua ujiannya. Oke.

Inilah konsep siswa usahawan to wirausahawan oleh Farhan.

Kenapa wira usaha? Karena peluang menjadi wirausaha:
- Pasar yang besar= kebutuhan tak terbatas.
- Kualitas pendidikan = KREATIFITAS.
- Media Convergences= MARKETING TOOLS.
- Income Multiplying= kemungkinan memperoleh pendapatan tak terbatas.
- Business Owner= merupakan milik sendiri.
- Leadership = kita adalah BOSS.

Resiko wira usaha:
- Penolakan market.
- Produk yang massal = me too.
- Kalau rugi tanggung sendiri.
- Tidak mapan.
- Trial dan error tiada henti,
- klien adalah raja.
- Butuh waktu inovasi hingga pemasaran.

Kenapa Siswa Usaha?
- sejak duduk di bangku kuliah merupakan saat yang paling tepat untuk memulai merintis suatu usaha.
- Resikonya tidak besar.
- Belum ada tanggungan hidup.
- Pilihan bidang usaha sangat luas.
- Modal tidak besar,
- Kompromi waktu kuliah,
- untuk Membangun jaringan lebih mudah dan luas.
- Tidak memerlukan transkrip dan CV.

Masalah siswa usaha.
Dari mana memulai?
- Identifikasi pasar: mulailah dari lingkungan terdekat.
- Komoditas atau jasa apa yang mereka butuhkan?
- Pilih satu jasa atau komoditas yang ditawarkan dan fokus.
- Pilih kantor virtual.
Dari mana modal?
- Tabungan.
- Jangan pinjam, tapi minta pada orang tua,
- Jangan cari pemodal sebelum terbukti bisnis yang ada jalankan bisa berkembang,
- Selalu minta down payment,
- Cash Base settlement,
- Tabung keuntungan, jangan langsung dibelanjakan.
- Pisahkan rekening pribadi dan usaha.
Dari mana supply?
- Carilah supply yang handal/reliable.
- Kenali supplier seperti mengenal market.
- Makin banyak supplier makin bagus.
Dari mana menentukan harga?
- Tentukan Biaya Dasar: Harga modal, Ongkos Pengolahan, Ongkos kemasan, Ongkos transportasi, ongkos administrasi.
- Tentukan keuntungan= BIAYA DASAR + (10% s.d 100%).
Bagaimana menghadapi persaingan?
- Fokus pada efisiensi biaya.
- Fokus pada quality service dan product.
- Inovasi tiada henti.
= ATM = amati, tiru, dan modifikasi.

Values.
- Mulai dari Demand, bukan modal.
- Fokus pada produk/jasa hingga kenal luar dalam.
- Kenali market dengan sangat dekat.
- Kenali supplier seperti mengenal market.
- Nikmati keuntungan di akhir periode, bukan di Awal.
- Sisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan.

Resiko.
- Jangan takut resiko.
- Minimalkan resiko= mulai dari modal minimal, berikan produk dan pelayanan terbaik bagi konsumen, catat semua transaksi dan cash flow, pisahkan rekening pribadi dengan usaha.
- Minimalkan resiko dahulu baru memaksimalkan keuntungan.

Itulah kisi-kisi materi bagaimana memulai usaha dari menjadi siswa usaha yang akhirnya menjadi wirausahawan dari Farhan.


Sekarang mari kita menengok materi yang dibawakan oleh Adhi Arisman, Menganggur itu rancangan hidup sejak di Bangku kuliah. Jika saya yang artikan, bahwa masa depan anda, adalah apa yang anda peroleh ketika masih dibangku kuliah, bagaimana skill anda, atau bagaimana prospek kerja sesuai dengan profesi pendidikan anda misalnya. Menurut Indo Pos, Jumat 20 April 2007 hal. 31 dalam artikel tenaga kerja bahwa pengangguran baru telah bertambah 2,5 juta orang sehingga total pengangguran di Indonesia mencapai 13,4 orang, dan di antaranya ada pengangguran terdidik sebanyak 4,5 juta orang dengan demikian 30% lowongan dalam dunia kerja tidak bisa terisi karena pelamar tidak bisa memenuhi kriteria pemberi kerja.
Mengapa kita perlu berwirausaha? Mari kita lihat kenyataan. Contoh kecil, 1500 karyawan perusahaan kayu di Kalteng diliburkan (83% karyawannya mengatakan terhentinya permintaan kayu lapis di pasar ekspor yang terkena dampak krisis finansial global).
Menurut Adhi Arisman, dalam dunia kerja, kita mengenal beberapa macam pekerjaan, antara lain:
- Karyawan, seperti OB, Driver, Satpam, Profesional Workers (supervisor, manajer, direktur, CEO, presdir), dll.
- Usaha Mandiri, seperti small business (percetakan, pedagang kaki lima, warung, bajaj, ojek, dll), profesional (dokter, MC, artis, pengacara, kontraktor, arsitek, desainer, motivator, trainer, dll).
- Lakon Bisnis (pemilik bisnis), seperti Big Business ( Mc. Donald, Kentucky, SPBU atau Pom Bensin, hotel bintang 5, airline, property, dll), middle Business ( Alfa, Indo mart, Primagama, LP3I, dll).
- Investor, misalnya deposito, saham, investasi barang dan jasa dan lain-lain.

Nah, sekarang bagaimana CARAnya mendapatkan peluang kerja?
- Coba merombak struktur berpikir anda sebagai job seeker.
- Anda harus kreatif merubah hambatan (ancaman) menjadi peluang sukses.
- Raksasa unggulan diri dibangkitkan.
- Antusias merealisasikan impian menjadi kenyataan.

Lalu, modal apa yang harus anda perlukan?
- Kalau anda hanya mengandalkan investasi pendidikan formal (SD s.d Sarjana) maka dapat dipastikan bahwa anda hanya akan menjadi MANUSIA PELENGKAP (Penonton atau bukan siapa-siapa).
- Saatnya anda menyadari perlunya memiliki modal utama kehidupan, yaitu LIFE SKILL.
- Tanpa LIFE SKILL, kita hanya akan menjadi komoditas (baca: kuli) bagi orang lain yang lebih cerdas pikirannya.

Itulah mungkin sedikit kisi-kisi penting dari materi seminar entrepreneurs yang dibawakan oleh Adhi Arisman, semoga menjadi SUKSES Paripurna:
- Sehat pikiran, hati, fisik.
- Umur panjang dan berkah.
- Kaya raya dan sejahtera.
- Senang dan Bahagia hidupnya.
- Etos kerja profesional.
- Surga Firdaus akhirnya.

Oya, teman-teman juga bisa menghubungi Bapak Adhi Arisman di adhi104@yahoo.com atau di rubrik dunia kerja www.eramuslim.com

Saturday, November 01, 2008

Jatuh Sakit

Teman-teman pengunjung blog ini, mohon maaf karena mungkin dalam beberapa hari ke depan saya tidak bisa hadir membuat postingan untuk anda. Kemarin saya jatuh sakit, gejalanya diare akut, demam tinggi, sakit kepala dan sakit perut. Doakan cepat sembuh agar bisa kembali hadir dengan artikel yang baru. Kiranya kondisi ini tidak membuat kecewa anda sekalian.

Saturday, October 25, 2008

Akhirnya Saya Memilih Netbook Acer Aspire One AOA-150 HDD 160GB

Mengapa saya membeli komputer? Mungkin sebagian besar orang akan bertanya jika melihat profesi saya sehari-hari yang hanya pedagang kelontong, penjaga wartel dan penjual pulsa.
Bagi seorang pedagang eceran, penjaga wartel atau outlet penjualan pulsa kecil-kecilan mungkin tidak memerlukan komputer. Tapi menurut saya, komputer sangat saya butuhkan tidak sekedar untuk itu.

Komputer akan sangat membantu saya.
Komputer bisa saya gunakan untuk membuat pembukuan dagang dan laporan perpajakan, selain untuk sekedar mengetik. Komputer juga bisa mendukung usaha saya, untuk aplikasi handpone, MP3, ringtone dan cetak foto.
Sebagai seorang pemantau radio, penulis amatir, blogger, dan citizen jurnalis komputer akan sangat bermanfaat bagi saya untuk membuat tulisan, laporan, browsing internet dan ngeblog.
Sebagai pembuat blog atau website, privat komputer dan ngeblog tentu komputer memang sangat dibutuhkan, dan itu perlu dimiliki dari pada rental atau sewa komputer atau warnet.
Jadi saya memang harus beli komputer supaya semua pekerjaan dan aktifitas saya berjalan lancar.

Mengapa saya memilih netbook? Mengapa bukan PC, laptop/notebook, atau PDA?
Sebagai seorang yang suka mobile tentu PC sangat tidak cocok. Sedangkan laptop yang ukurannya 12-15 Inchi sepertinya terlalu besar untuk masuk ke dalam tas ataupun map saya. Terus, PDA disamping harganya mahal, saya kira tidak akan tahan jika saya gunakan untuk melakukan aktifitas pengetikan.

Jadi ketika saya berniat beli laptop, atau notebook, atau netbook, saya mau beli yang mana sesuai dengan budget saya. Bingung antara mau beli Acer Aspire One 150 dengan kapasitas 120GB, Axioo Pico dengan kapasitas 160GB, Asus Eee PC1000H yang katanya bandel dan tahan baterainya hingga 7 jam, HP Mini-note 2133, atau laptop Acer Aspire 4720Z, dan laptop Lenovo G400.

Mengapa saya memilih Acer Aspire One AOA150 dengan kapasitas hardisk 160GB?
Awalnya saya ingin membeli Acer Aspire One AOA150 dengan kapasitas hardisk 120GB, tapi karena selisih harganya cuma 150-200 ribu rupiah, maka mendingan saya ambil yang 160GB saja.
Dibanding dengan AXIOO PICO, Axioo Pico memang harganya lebih murah 350 ribu dengan spesifikasi yang hampir sama, namun saya ragu dengan produk lokal yang katanya mempunyai nilai purna jual yang rendah. Kalau dari segi kualitas, saya belum punya referensi dari orang yang sudah lama menggunakan merek Axioo.
Dibanding dengan Asus Eee PC1000H, Acer Aspire One AOA150 dengan kapasitas hardisk 160GB lebih murah 400 ribu, lebih besar kapasitas hardisknya 80GB, meskipun Asus Eee PC1000H lebih tahan baterainya juga fisiknya, dan dilengkapi dengan bluetooth.
Dibanding dengan HP Mini-note 2133, HP Mini-note 2133 menggunakan processor VIA yang masih dibawah Atom, yang kekurangannya tidak cocok buat saya yang suka bekerja dengan multitasking, selain itu, kapasitas hardisknya juga lebih rendah.
Dibanding dengan Acer Aspire 4720Z, Acer Aspire 4720Z meskipun processornya lebih tinggi yaitu Intel Dualcore, tapi RAMnya cuma 512MB, kalau diupgrade harus ngeluarin lagi biaya 100-200 ribu, apalagi gejolak moneter membuat harganya membumbung tinggi 1 juta dari harga normalnya, disamping itu ukurannya seukuran tas dosen :).
Dan dibandingkan dengan Lenovo G400, Lenovo G400 selain lebih besar, tak ada kamera webcam, tanpa Operation Sistem (OS), itu berarti harus ngeluarin biaya lagi, memang CD-ROMnya ada dan saya perlukan, tapi belum begitu mendesak.

Disamping perbandingan di atas, Acer belum pernah terjadi kasus baterai meledak. Hal ini perlu juga dipertimbangkan demi keamanan.

Nah inilah beberapa spesifikasi Acer Aspire One AOA150 yang saya pilih:
- Processor Intel Atom 1,60 GHz.
- WLAN 802,11 b/g Wi-fi.
- RAM 1 GB.
- layar 8,9 inchi.
- Resolusi 1024 x 600 pixel.
- Two built-in stereo speaker.
- Built-in digital microphone.
- HDD 160 GB 5400 rpm.
- Multi in 1 card reader.
- Dimensi (249 x 195 x 36) mm atau 9,8 x 6,7 x 1,42 inchi.
- Berat 1 kg.
- Baterai 6 sel 5200mA 60Wh.
- 3 USB Port.
- OS: Windows XP Home.
dan beberapa spesifikasi lainnya yang saya rasa tidak begitu penting.

Kekurangannya:
- ukuran font kecil.
- ukuran tuts kecil.

Itulah sedikit pengalaman saya memilih komputer untuk keperluan saya, semoga bermanfaat, dan menjadi referensi bagi yang ingin membeli laptop/notebook/netbook.

Saturday, October 18, 2008

Telkomsel: Manasik Akbar 2008 bersama Ustadz H.M. Subki Al Bughury

Tadi pagi saya menghadiri undangan Manasik Akbar yang diselenggarakan oleh Telkomsel di Mesjid Raya Makassar. Saya tiba di sana pas jam 07.30 WITA sesuai dengan undangan, meskipun acaranya baru dimulai jam 08.45 WITA. Pembawa acara (MC)nya David Cholik. Sedangkan susunan acaranya antara lain pembukaan oleh MC, penampilan anak-anak TK, pembacaan ayat suci Al Quran, sambutan-sambutan, penayangan video klip filosofi mengenai haji, perkenalan produk-produk Telkomsel terutama teknologi 3G serta demo SLI ke Arab Saudi dengan Voice Call maupun dengan Video Call, tausyiah, kuis maupun undian berhadiah hp, troley bag, hp pocket muslim, dan paket umrah.


Sebenarnya, saya tidak ingin menjelaskan panjang lebar mengenai acara tersebut, yang ingin saya bagikan ialah inti dari tausyiah yang dibawakan oleh Ustadz H. M. Subki Al Bughury, mengenai tiga bekal yang harus dibawa ketika hendak menunaikan ibadah haji, agar Insya Allah pelaksanaan ibadah haji kita berjalan lancar dan pulang dengan haji Mabrur, bukan haji bahlul. Ketiga bekal itu antara lain:



Bekal pertama, yaitu ikhlas karena Allah SWT. Menunaikan ibadah haji bukan karena gengsi, gelar, jabatan, dan lain sebagainya. Tetapi semata-mata karena Allah SWT. Karena banyak sekali orang memaksakan diri untuk berhaji hanya karena ingin dihormati, ingin dianggap orang mampu atau kaya.
Bekal kedua, kerja sama atau solidaritas. Kerja sama dengan kelompok, saling membantu, saling pengertian dan lain sebagainya. Jangan terlalu egois atau hanya memikirkan diri sendiri.
Bekal ketiga, bekal inilah yang paling pokok, yaitu pelajarilah ilmu manasik dengan baik. Di sinilah kunci diterimanya haji. Tanpa pengetahuan haji yang benar, tidak mengetahui rukun-rukun dan wajib haji sama halnya tidak melakukan ibadah haji dengan benar. Kalau tidak mengetahui manasik dengan benar, jangan harap haji anda akan diterima. Jika haji tidak diterima, itu sama halnya dengan melakukan perbuatan yang sia-sia, karena berhaji membutuhkan biaya yang sangat besar. Bayangkan kalau haji tidak diterima, dan hanya sebagai tambahan identitas di depan nama saja atau sebagai embel-embel yang menempel di kepala, sementara di sisi Allah tidak ada nilainya. Alangkah ruginya. Naudzu billahi min dzalik. Jadi pelajarilah buku manasik yang diberikan, jangan disimpan jadi perhiasan di lemari saja agar dilihat banyak orang, kalau perlu bertanyalah kepada orang yang lebih tahu.
Ingatlah orang yang berilmu tapi tak beragama seperti bangkai yang berjalan, dan orang yang menjalankan ibadah tanpa ilmu pengetahuan seperti orang buta.

Inilah sedikit tulisan saya, semoga bermanfaat bagi yang akan menunaikan ibadah haji, dimudahkan segala urusannya dalam berhaji dan menjadi haji yang mabrur. Amin.

Friday, October 17, 2008

Budaya Antri

Artikel ini saya tulis berhubung kejadian tadi pagi. Seorang pelanggan datang beli pulsa, sementara saya layani datang lagi pelanggan lain dengan terburu-buru hendak beli alat tulis. Selesai saya tembakkan pulsanya, tiba-tiba saya lupa, apakah uang pecahan Rp. 50.000, yang diletakkan oleh pelanggan pulsa tadi sudah saya ambil atau tidak, perasaan 90% saya belum mengambilnya, sementara sudah tidak ada di atas meja. Subhanallah...Manusia tidak pernah luput dari kekhilafan.
Lanjut cerita,

antara saya dan pelangganpun terjadi kesalahpahaman, saya mengira uang tersebut diambil kembali dan pelanggan merasa dituduh. Seandainya saja pelanggan mau bersumpah dengan nama Allah, saya pasti merasa tenang. Tapi dia tidak mau bersumpah, justru tersinggung karena merasa dirinya dilukai perasaannya. DITUDUH!
Akhir cerita, pelangganpun pergi dengan membawa uang kembalian yang saya berikan.

Tak lama kemudian, saya kirim sms:
"mohon maaf kalau saya yang salah.Manusia memang tak pernah luput dari kesalahan dan dosa.Manusia tempatnya kekhilafan.Sekali lagi mohon maaf beribu maaf".
Menunggu beberapa menit, sayapun menelpon minta maaf.
Selang beberapa menit kemudian, balasan smsnya pun datang:
+6281355724xxx: "Pak, sY tdk PermasalahKan ji kalau Maslah Uangnya,
Cuman, yg jAdi masalah ialah PerasaAn. Smua mAnusia kan pux prasaAn..!
MaAf klu uang yg bApak kasi tadi sy Ambil, krN kalau tidak...brArti sY berSalah. & sy dtg dari jauH k Makassar PAK, bukan u/ CaRI Masalah, tpi u/ msa dpan.
Pak, entah esok a/ kapapun ada yg bermasalah. Bapak bsa cAri sy d blaKang rmh bApak. D pondok P kamar paling ujung..!
Atas nama A. dri Pinrang"

Saya balas:
"Sekali lagi minta maaf kalau perasaan adik terluka.Saya tahu,pasti saya juga akan merasakan hal yg sama ketika mengalami hal seperti itu.
Bagi saya tak ada lagi masalah..Mungkin karena pembeli (ibu) tadi membuat saya jadi lupa.Mestinya ibu tadi bersabar menunggu antrian. Saya hanya manusia biasa yg tak luput dari kekhilafan."

sampai hari ini selesai cerita, mudah-mudahan tak ada kelanjutan yang negatif.

Saya sangat menyayangkan ibu-ibu yang datang tadi langsung minta dilayani sementara masih ada pelanggan lain yang melakukan transaksi. Di Makassar sini banyak sekali orang seperti itu, tidak sabaran, dan tak tahu budaya antri. Kebiasaan seperti inilah yang biasa membuat penjual menjadi bingung. Kadang kalau tidak dilayani mereka ngomel-ngomel, atau ada juga yang langsung pergi begitu saja. Ya, serba salah jadinya, padahal kita ini juga butuh pelanggan. Karena kalau tak ada pelanggan, dari mana kita mau dapat makan?

Kejadian ini mengingatkan saya sekitar sepuluh tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku kuliah. Waktu itu, saya kehabisan uang, tengah hari saya pergi ke ATM, saya lihat di depan ATM ada lima orang antrian, sayapun masuk antrian ke enam.
Tiba giliran saya, tiba-tiba masuk seorang yang berbadan besar (waktu itu saya masih kurus), memaksa saya keluar dan mengatakan: "kita juga sama-sama punya urusan penting. Bukan cuma kamu saja yang buru-buru! Keluar!" sambil menarik saya, yang kemudian dilerai oleh temannya.
Wah.... Ternyata lelaki berbadan besar bersama temannya tadi antrian ke-6, lebih duluan datang dari saya, cuma dia berteduh di bawah pohon sana, jadi saya tidak tahu kalau ternyata ada orang lebih duluan datang dari saya. Begitukah yang namanya antrian? Antrian dengan pandangan mata sambil asyik-asyik berteduh, sementara kita kepanasan. Kita juga manusia punya perasaan..!

Ya, budaya antri sepertinya tidak berlaku bagi sebagian besar orang (di Makassar), lihat saja di depan mesin ATM atau di mana saja yang antriannya tidak menggunakan nomor antrian.
Padahal kalau dipikir, orang lain juga pasti punya urusan penting, dan kalau merasa sangat penting, mengapa tidak datang secepatnya.

Pesan saya, marilah kita biasakan diri dengan budaya antri, sebagai manusia yang beradab dan tertib. Main serobot bisa merugikan orang lain atau mungkin juga diri kita sendiri.

Bagi anda yang punya profesi seperti saya, usahakan melayani pelanggan yang lebih dulu datang, bukan yang lebih kuat, besar dan ngotot. Meskipun sebenarnya kita yang butuh pelanggan dan telah berusaha melakukan pelayanan yang lebih baik.

Semoga kisah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.