Minyak Gosok cap Tawon Asli

Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk obat-obatan yang wajib dimiliki oleh keluarga. Minyak Gosok cap Tawon diproduksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 di Makassar.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, October 25, 2008

Akhirnya Saya Memilih Netbook Acer Aspire One AOA-150 HDD 160GB

Mengapa saya membeli komputer? Mungkin sebagian besar orang akan bertanya jika melihat profesi saya sehari-hari yang hanya pedagang kelontong, penjaga wartel dan penjual pulsa.
Bagi seorang pedagang eceran, penjaga wartel atau outlet penjualan pulsa kecil-kecilan mungkin tidak memerlukan komputer. Tapi menurut saya, komputer sangat saya butuhkan tidak sekedar untuk itu.

Komputer akan sangat membantu saya.
Komputer bisa saya gunakan untuk membuat pembukuan dagang dan laporan perpajakan, selain untuk sekedar mengetik. Komputer juga bisa mendukung usaha saya, untuk aplikasi handpone, MP3, ringtone dan cetak foto.
Sebagai seorang pemantau radio, penulis amatir, blogger, dan citizen jurnalis komputer akan sangat bermanfaat bagi saya untuk membuat tulisan, laporan, browsing internet dan ngeblog.
Sebagai pembuat blog atau website, privat komputer dan ngeblog tentu komputer memang sangat dibutuhkan, dan itu perlu dimiliki dari pada rental atau sewa komputer atau warnet.
Jadi saya memang harus beli komputer supaya semua pekerjaan dan aktifitas saya berjalan lancar.

Mengapa saya memilih netbook? Mengapa bukan PC, laptop/notebook, atau PDA?
Sebagai seorang yang suka mobile tentu PC sangat tidak cocok. Sedangkan laptop yang ukurannya 12-15 Inchi sepertinya terlalu besar untuk masuk ke dalam tas ataupun map saya. Terus, PDA disamping harganya mahal, saya kira tidak akan tahan jika saya gunakan untuk melakukan aktifitas pengetikan.

Jadi ketika saya berniat beli laptop, atau notebook, atau netbook, saya mau beli yang mana sesuai dengan budget saya. Bingung antara mau beli Acer Aspire One 150 dengan kapasitas 120GB, Axioo Pico dengan kapasitas 160GB, Asus Eee PC1000H yang katanya bandel dan tahan baterainya hingga 7 jam, HP Mini-note 2133, atau laptop Acer Aspire 4720Z, dan laptop Lenovo G400.

Mengapa saya memilih Acer Aspire One AOA150 dengan kapasitas hardisk 160GB?
Awalnya saya ingin membeli Acer Aspire One AOA150 dengan kapasitas hardisk 120GB, tapi karena selisih harganya cuma 150-200 ribu rupiah, maka mendingan saya ambil yang 160GB saja.
Dibanding dengan AXIOO PICO, Axioo Pico memang harganya lebih murah 350 ribu dengan spesifikasi yang hampir sama, namun saya ragu dengan produk lokal yang katanya mempunyai nilai purna jual yang rendah. Kalau dari segi kualitas, saya belum punya referensi dari orang yang sudah lama menggunakan merek Axioo.
Dibanding dengan Asus Eee PC1000H, Acer Aspire One AOA150 dengan kapasitas hardisk 160GB lebih murah 400 ribu, lebih besar kapasitas hardisknya 80GB, meskipun Asus Eee PC1000H lebih tahan baterainya juga fisiknya, dan dilengkapi dengan bluetooth.
Dibanding dengan HP Mini-note 2133, HP Mini-note 2133 menggunakan processor VIA yang masih dibawah Atom, yang kekurangannya tidak cocok buat saya yang suka bekerja dengan multitasking, selain itu, kapasitas hardisknya juga lebih rendah.
Dibanding dengan Acer Aspire 4720Z, Acer Aspire 4720Z meskipun processornya lebih tinggi yaitu Intel Dualcore, tapi RAMnya cuma 512MB, kalau diupgrade harus ngeluarin lagi biaya 100-200 ribu, apalagi gejolak moneter membuat harganya membumbung tinggi 1 juta dari harga normalnya, disamping itu ukurannya seukuran tas dosen :).
Dan dibandingkan dengan Lenovo G400, Lenovo G400 selain lebih besar, tak ada kamera webcam, tanpa Operation Sistem (OS), itu berarti harus ngeluarin biaya lagi, memang CD-ROMnya ada dan saya perlukan, tapi belum begitu mendesak.

Disamping perbandingan di atas, Acer belum pernah terjadi kasus baterai meledak. Hal ini perlu juga dipertimbangkan demi keamanan.

Nah inilah beberapa spesifikasi Acer Aspire One AOA150 yang saya pilih:
- Processor Intel Atom 1,60 GHz.
- WLAN 802,11 b/g Wi-fi.
- RAM 1 GB.
- layar 8,9 inchi.
- Resolusi 1024 x 600 pixel.
- Two built-in stereo speaker.
- Built-in digital microphone.
- HDD 160 GB 5400 rpm.
- Multi in 1 card reader.
- Dimensi (249 x 195 x 36) mm atau 9,8 x 6,7 x 1,42 inchi.
- Berat 1 kg.
- Baterai 6 sel 5200mA 60Wh.
- 3 USB Port.
- OS: Windows XP Home.
dan beberapa spesifikasi lainnya yang saya rasa tidak begitu penting.

Kekurangannya:
- ukuran font kecil.
- ukuran tuts kecil.

Itulah sedikit pengalaman saya memilih komputer untuk keperluan saya, semoga bermanfaat, dan menjadi referensi bagi yang ingin membeli laptop/notebook/netbook.

Saturday, October 18, 2008

Telkomsel: Manasik Akbar 2008 bersama Ustadz H.M. Subki Al Bughury

Tadi pagi saya menghadiri undangan Manasik Akbar yang diselenggarakan oleh Telkomsel di Mesjid Raya Makassar. Saya tiba di sana pas jam 07.30 WITA sesuai dengan undangan, meskipun acaranya baru dimulai jam 08.45 WITA. Pembawa acara (MC)nya David Cholik. Sedangkan susunan acaranya antara lain pembukaan oleh MC, penampilan anak-anak TK, pembacaan ayat suci Al Quran, sambutan-sambutan, penayangan video klip filosofi mengenai haji, perkenalan produk-produk Telkomsel terutama teknologi 3G serta demo SLI ke Arab Saudi dengan Voice Call maupun dengan Video Call, tausyiah, kuis maupun undian berhadiah hp, troley bag, hp pocket muslim, dan paket umrah.


Sebenarnya, saya tidak ingin menjelaskan panjang lebar mengenai acara tersebut, yang ingin saya bagikan ialah inti dari tausyiah yang dibawakan oleh Ustadz H. M. Subki Al Bughury, mengenai tiga bekal yang harus dibawa ketika hendak menunaikan ibadah haji, agar Insya Allah pelaksanaan ibadah haji kita berjalan lancar dan pulang dengan haji Mabrur, bukan haji bahlul. Ketiga bekal itu antara lain:



Bekal pertama, yaitu ikhlas karena Allah SWT. Menunaikan ibadah haji bukan karena gengsi, gelar, jabatan, dan lain sebagainya. Tetapi semata-mata karena Allah SWT. Karena banyak sekali orang memaksakan diri untuk berhaji hanya karena ingin dihormati, ingin dianggap orang mampu atau kaya.
Bekal kedua, kerja sama atau solidaritas. Kerja sama dengan kelompok, saling membantu, saling pengertian dan lain sebagainya. Jangan terlalu egois atau hanya memikirkan diri sendiri.
Bekal ketiga, bekal inilah yang paling pokok, yaitu pelajarilah ilmu manasik dengan baik. Di sinilah kunci diterimanya haji. Tanpa pengetahuan haji yang benar, tidak mengetahui rukun-rukun dan wajib haji sama halnya tidak melakukan ibadah haji dengan benar. Kalau tidak mengetahui manasik dengan benar, jangan harap haji anda akan diterima. Jika haji tidak diterima, itu sama halnya dengan melakukan perbuatan yang sia-sia, karena berhaji membutuhkan biaya yang sangat besar. Bayangkan kalau haji tidak diterima, dan hanya sebagai tambahan identitas di depan nama saja atau sebagai embel-embel yang menempel di kepala, sementara di sisi Allah tidak ada nilainya. Alangkah ruginya. Naudzu billahi min dzalik. Jadi pelajarilah buku manasik yang diberikan, jangan disimpan jadi perhiasan di lemari saja agar dilihat banyak orang, kalau perlu bertanyalah kepada orang yang lebih tahu.
Ingatlah orang yang berilmu tapi tak beragama seperti bangkai yang berjalan, dan orang yang menjalankan ibadah tanpa ilmu pengetahuan seperti orang buta.

Inilah sedikit tulisan saya, semoga bermanfaat bagi yang akan menunaikan ibadah haji, dimudahkan segala urusannya dalam berhaji dan menjadi haji yang mabrur. Amin.

Friday, October 17, 2008

Budaya Antri

Artikel ini saya tulis berhubung kejadian tadi pagi. Seorang pelanggan datang beli pulsa, sementara saya layani datang lagi pelanggan lain dengan terburu-buru hendak beli alat tulis. Selesai saya tembakkan pulsanya, tiba-tiba saya lupa, apakah uang pecahan Rp. 50.000, yang diletakkan oleh pelanggan pulsa tadi sudah saya ambil atau tidak, perasaan 90% saya belum mengambilnya, sementara sudah tidak ada di atas meja. Subhanallah...Manusia tidak pernah luput dari kekhilafan.
Lanjut cerita,

antara saya dan pelangganpun terjadi kesalahpahaman, saya mengira uang tersebut diambil kembali dan pelanggan merasa dituduh. Seandainya saja pelanggan mau bersumpah dengan nama Allah, saya pasti merasa tenang. Tapi dia tidak mau bersumpah, justru tersinggung karena merasa dirinya dilukai perasaannya. DITUDUH!
Akhir cerita, pelangganpun pergi dengan membawa uang kembalian yang saya berikan.

Tak lama kemudian, saya kirim sms:
"mohon maaf kalau saya yang salah.Manusia memang tak pernah luput dari kesalahan dan dosa.Manusia tempatnya kekhilafan.Sekali lagi mohon maaf beribu maaf".
Menunggu beberapa menit, sayapun menelpon minta maaf.
Selang beberapa menit kemudian, balasan smsnya pun datang:
+6281355724xxx: "Pak, sY tdk PermasalahKan ji kalau Maslah Uangnya,
Cuman, yg jAdi masalah ialah PerasaAn. Smua mAnusia kan pux prasaAn..!
MaAf klu uang yg bApak kasi tadi sy Ambil, krN kalau tidak...brArti sY berSalah. & sy dtg dari jauH k Makassar PAK, bukan u/ CaRI Masalah, tpi u/ msa dpan.
Pak, entah esok a/ kapapun ada yg bermasalah. Bapak bsa cAri sy d blaKang rmh bApak. D pondok P kamar paling ujung..!
Atas nama A. dri Pinrang"

Saya balas:
"Sekali lagi minta maaf kalau perasaan adik terluka.Saya tahu,pasti saya juga akan merasakan hal yg sama ketika mengalami hal seperti itu.
Bagi saya tak ada lagi masalah..Mungkin karena pembeli (ibu) tadi membuat saya jadi lupa.Mestinya ibu tadi bersabar menunggu antrian. Saya hanya manusia biasa yg tak luput dari kekhilafan."

sampai hari ini selesai cerita, mudah-mudahan tak ada kelanjutan yang negatif.

Saya sangat menyayangkan ibu-ibu yang datang tadi langsung minta dilayani sementara masih ada pelanggan lain yang melakukan transaksi. Di Makassar sini banyak sekali orang seperti itu, tidak sabaran, dan tak tahu budaya antri. Kebiasaan seperti inilah yang biasa membuat penjual menjadi bingung. Kadang kalau tidak dilayani mereka ngomel-ngomel, atau ada juga yang langsung pergi begitu saja. Ya, serba salah jadinya, padahal kita ini juga butuh pelanggan. Karena kalau tak ada pelanggan, dari mana kita mau dapat makan?

Kejadian ini mengingatkan saya sekitar sepuluh tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku kuliah. Waktu itu, saya kehabisan uang, tengah hari saya pergi ke ATM, saya lihat di depan ATM ada lima orang antrian, sayapun masuk antrian ke enam.
Tiba giliran saya, tiba-tiba masuk seorang yang berbadan besar (waktu itu saya masih kurus), memaksa saya keluar dan mengatakan: "kita juga sama-sama punya urusan penting. Bukan cuma kamu saja yang buru-buru! Keluar!" sambil menarik saya, yang kemudian dilerai oleh temannya.
Wah.... Ternyata lelaki berbadan besar bersama temannya tadi antrian ke-6, lebih duluan datang dari saya, cuma dia berteduh di bawah pohon sana, jadi saya tidak tahu kalau ternyata ada orang lebih duluan datang dari saya. Begitukah yang namanya antrian? Antrian dengan pandangan mata sambil asyik-asyik berteduh, sementara kita kepanasan. Kita juga manusia punya perasaan..!

Ya, budaya antri sepertinya tidak berlaku bagi sebagian besar orang (di Makassar), lihat saja di depan mesin ATM atau di mana saja yang antriannya tidak menggunakan nomor antrian.
Padahal kalau dipikir, orang lain juga pasti punya urusan penting, dan kalau merasa sangat penting, mengapa tidak datang secepatnya.

Pesan saya, marilah kita biasakan diri dengan budaya antri, sebagai manusia yang beradab dan tertib. Main serobot bisa merugikan orang lain atau mungkin juga diri kita sendiri.

Bagi anda yang punya profesi seperti saya, usahakan melayani pelanggan yang lebih dulu datang, bukan yang lebih kuat, besar dan ngotot. Meskipun sebenarnya kita yang butuh pelanggan dan telah berusaha melakukan pelayanan yang lebih baik.

Semoga kisah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Wednesday, October 15, 2008

Poverty

"One of two children in the world lived in poverty".

Today, in the Blog Action Day, blogger all over the world united to posting one theme poverty.

Poverty is the problem and the global as a popular issue.
Poverty in connection with life miserable/suffering resulting from lack of money, lack of wealth, lack of food and no access to safe drinking water, lives on just a few dollars a day, no money to buy house or vehicle, no money to buy clothes, even sometimes no food available.
Less access to health. There were no money to take medicine if being sick. if they were sick, they only prayed and were waiting the hour of the death.
Poverty also was linked to science. Less access to education because deprivation of opportunities to learn. Nearly a billion people entered the 21st century unable to read a book or sign their names, wasn't it?
And the terrible poverty but no people realize them is moral/religion poverty.

Poverty is an economic and social illness that infected not only poor countries, but also rich countries.

In Indonesia, especially in Makassar, poverty is still becoming one of popular issue in the governor's and the mayor's election campaign.

Poverty increasingly improved resulting from the rise in FUEL OIL some
time age that had an impact on the rise in the price of the common necessities.
Poverty also parallel to the increase in inflation.

The increase in the gap between the rich and poor increasingly made severe poverty for poor people and the rich people increasingly rich, even so between the rich countries and the poor/developing countries that was caused
by modern capitalism, and that's worrying, precisely the willingness to give help from the rich countries such as the United States was not balanced with the increasing of poverty rate, because the United States more emphasized the aspect of politics compared with alleviation efforts of poverty.
Look, countries that had been helped by America like Egypt, Israel, Afghanistan, Pakistan, and Iraq, all of them carried a political issue.

Despite, the main factor the cause of poverty that struck various parts of the world at this moment are the economics and politics factor, but many people did not realize that the religious/moral factor took part in
playing an important role.
Most people have forgotten to the Lord and no longer followed their religious instruction well.
The religion still could not prevented people from corruption.
How much money of the country that was corrupt by the "hoodlums" who wanted to enrich themselves?

Imagined! if money was corrupted used for alleviation of poverty programs.

According to the UN data, every day the number of people die of hunger or hunger-related causes about 25,000-30,000 people (most of them are children), that is equivalent with 1 person died every 3.5 seconds.

In fact, plenty of food in this world.
The problem is that there was the person that really rich, his dog's food was more expensive than human food, while having the person that severe poor, and so dog leftovers were not available.

Apparently did not hope to left poverty for the poor person, because its like an "devil cycle". They lack the money to buy enough food to nourish themselves. They become weaker and often sick. Makes them less able to work to fulfill their lack, which make them increasingly poor hungrier and finally died.

My message, let's war on poverty, let's helped others, beginning to our family, our neighbour, our village.
Eliminate few of our money to help them who were poor.
If you have food/waste food could not be finished, gave to the poor people.
Let's war on corruption, because of corruption increasingly the poverty rate, that should the money could be used to help poor people.

Kemiskinan

"Satu dari dua anak di dunia ini hidup dalam kemiskinan".

Hari ini, di Hari Aksi Blog, di seluruh dunia para blogger telah bersatu untuk memposting satu tema, yaitu kemiskinan.

Kemiskinan merupakan masalah dan bencana global serta isu yang populer. Kemiskinan erat kaitannya dengan penderitaan hidup akibat serba kekurangan, kekurangan harta, kekurangan makanan maupun air bersih, kurangnya pendapatan keluarga, jangankan beli rumah atau kendaraan, beli pakaian saja susah, untuk dimakan saja kadang tidak ada. Tak ada uang untuk berobat jika sakit, jika mereka sakit, mereka hanya berdoa dan menunggu ajal.
Kemiskinan juga berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Miskin ilmu karena tidak sempat duduk di bangku sekolah, bukankah di awal abad ke-21 hampir 1 milyar orang yang tidak tahu membaca atau menulis nama mereka? Dan miskin yang paling memprihatinkan namun orang tidak menyadarinya adalah miskin moral/agama.

Kemiskinan merupakan suatu penyakit ekonomi dan sosial yang menjangkiti tak hanya negara-negara miskin, tapi juga negara-negara kaya.

Di Indonesia, termasuk di Makassar, kemiskinan masih menjadi salah satu kampanye baik pada pemilihan gubernur maupun pada pemilihan walikota.

Kemiskinan makin bertambah akibat kenaikan BBM beberapa waktu yang lalu yang berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok. Kemiskinan juga berbanding lurus dengan meningkatnya inflasi.

Meningkatnya kesenjangan antara yang kaya dan miskin makin membuat terpuruk orang-orang miskin, sementara orang kaya makin kaya, begitu juga antara negara kaya dan miskin (berkembang) yang disebabkan oleh kapitalisme modern, dan yang memprihatinkan, justru kesediaan untuk memberikan bantuan dari negara kaya seperti Amerika Serikat tidak seimbang dengan laju peningkatan angka kemiskinan, karena Amerika Serikat lebih mementingkan aspek politik ketimbang upaya pengentasan kemiskinan. Lihat saja, negara-negara yang pernah dibantu oleh Amerika seperti Mesir, Israel, Afghanistan, Pakistan, maupun Irak, semuanya bermuatan politis.

Meskipun faktor utama penyebab kemiskinan yang melanda berbagai belahan dunia saat ini adalah faktor ekonomi dan politik, tapi banyak yang tidak menyadari bahwa faktor agama/moral ikut berperan penting. Kebanyakan orang sudah lupa pada Tuhan dan tidak lagi mengikuti ajaran agama mereka dengan baik. Agama tak lagi mampu mencegah dari korupsi yang merajalela. Berapa banyak uang negara yang disalahgunakan oleh para koruptor yang ingin memperkaya diri sendiri. Bayangkan saja kalau uang hasil korupsi digunakan untuk program pengentasan kemiskinan.

Menurut data PBB, setiap hari jumlah orang meninggal akibat kelaparan sekitar 25.000-30.000 jiwa (kebanyakan anak-anak), yang ekivalen dengan 1 orang meninggal setiap 3,5 detik.

Sebenarnya, banyak sekali makanan di dunia ini. Masalahnya, ada orang yang benar-benar kaya, anjingnya saja makanannya lebih mahal dari makanan manusia, sementara ada orang yang benar-benar melarat, sampai-sampai sisa-sisa makanan anjing pun tidak ada.

Sepertinya tak ada harapan keluar dari kemiskinan bagi orang miskin, karena ia seperti linkaran setan. Tidak cukupnya penghasilan untuk mendapatkan makanan yang baik dan bergizi akan menyebabkan seseorang menjadi lemah dan mungkin jatuh sakit, sehingga tidak dapat bekerja untuk mencukupi kekurangan mereka, sehingga membuatnya makin miskin, kelaparan dan akhirnya meninggal.

Pesan saya, mari kita perangi kemiskinan, mari kita membantu, mulai dari yang paling dekat, keluarga kita, tetangga kita, sekampung kita.
Sisihkan sedikit kelebihan uang kita untuk membantu mereka yang miskin.
Mulailah untuk tidak memboroskan dan membuang-buang makanan, kalau tak sanggup dihabiskan, berikan pada orang miskin.
Mari kita perangi korupsi, karena korupsi makin memperparah angka kemiskinan, yang mestinya uang tersebut dapat digunakan untuk membantu orang-orang miskin.