Minyak Gosok cap Tawon Asli

Minyak Gosok Cap Tawon adalah produk obat-obatan yang wajib dimiliki oleh keluarga. Minyak Gosok cap Tawon diproduksi oleh PT. Tawon Jaya Makassar sejak tahun 1912 di Makassar.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, July 05, 2009

Bakar Sampah dan Kebakaran

Menjelang pulang dari berlibur di kampung, kami dikejutkan dengan kebakaran yang terjadi di rumah tetangga. Asalnya dari pembakaran sampah di samping rumahnya yang entah bagaimana apinya bisa masuk dan melahap kasur, dinding dan sofa.
Sebenarnya, semua penghuni rumah ada, tapi karena apinya mungkin terbesik masuk di rumah dan mengenai kamar, sehingga yang punya rumah tidak melihatnya. Untung ada istri salah satu warga yang mau beli pisang di rumah, tapi karena keasyikan menelpon sehingga melewati jalanan ke rumah dan sampai di tempat kejadian dan melihat rumah berasap.

Api, dikala dia kecil menjadi sahabat, tapi jika sudah besar, dia bisa menjadi musuh. Api, juga sebagai penyampai teguran, peringatan dan bahkan bisa menjadi bala tentara Tuhan untuk memusnahkan sesuatu yang ada menjadi habis dalam sekejap, dan api merupakan bahan penyiksa di neraka.

Kali ini, api mungkin masih datang sebagai pemberi "nasehat", karena rumah dan kampung masih selamat dari amukan api. Tuhan masih sayang....

Dari pengalaman ini, mungkin dapat menjadi pelajaran bagi kita. Kalau membakar sampah, jangan membiarkan api membumbung tinggi atau apinya terbang, membakar sampah harus selalu dijaga. Meskipun tidak ada yang bisa melawan kuasa Tuhan, kalau api itu hendak merusak, tapi setidaknya kita sudah berusaha menghindari terjadinya kebakaran.

Saturday, June 27, 2009

Cafebook M912 Gigabyte (Alnect Komputer)

Bagi teman-teman yang ingin membeli cafebook, mungkin postingan ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Kali ini, kita akan menengok Cafebook M912 Gigabyte.
Beberapa kelebihan Caffebook M912 ini ialah menggunakan layar sentuh 8,9” swiffel display yang dapat diputar 180 derajat, dengan OS Windows XP original, dan dilengkapi dengan bluetooth dan proteksi dari Kensington. Yang jelas, cafebook ini akan mudah dibawa ke mana-mana.
Adapun spesifikasinya secara lengkap, yaitu
CPU dengan Intel® Atom™ Processor N270 1.6GHz,
system memory 1GB SO-DIMM*1, Max 2 GB (Supported by GIGABYTE AVL Report),
Hard disk 160GB,
80 key keyboard / Touch Pad,
I/O Port = USB(2.0)*3, Mic-in, Earphone-out, D-Sub, RJ45, 4-in-1 card reader (SD/MMC/MS/MS Pro), ExpressCard, DC-in
Audio= Speaker 1.5 watt x 2, internal mic-in
Webcam= 1.3M pixels webcam
Wifi Wireless= LAN 802.11b/g
Baterai= Li-Ion 4 cells, 4500mAh Battery, Baterai tahan sampai 3 jam.
Ukuran 235x180x28~42mm
Bobot 1.3kg (w/ baterai 4-cell).

Dengan harga Rp. 5.550.000,- merupakan harga yang cukup murah jika kita melihat berbagai spesifikasinya tersebut.
Saya memang menggunakan Acer Aspire One, tapi beberapa kelebihan Gigabyte ini patut anda coba. Dari segi desain, Gigabyte M912 cukup bagus, dengan layer 8,9” dan keybordnya, caffebook ini mirip dengan Eee PC 900.
Jadi tunggu apalagi. Anda bisa mendapatkannya di Alnect Komputer.
Alnect computer Blog Contest

Wednesday, June 24, 2009

Indosat: Gathering Obral Obrol Bareng IRC

Untuk pertama kalinya saya diundang menghadiri Gathering yang dilakukan oleh Indosat Makassar. Kali ini, gathering berlangsung pada tanggal 23 Juni 2009 di Ball Room Clarion Hotel dari jam 19.00 WITA hingga 22.00 WITA. Gathering ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi program baru Indosat Obral Obrol hanya Rp.1000 per 60 menit sepanjang hari. Selain sosialisasi, juga diadakan makan malam bersama, lelang, undian berhadiah, dan dihibur oleh band dan dancer.

Acara seperti ini memang patut dilaksanakan oleh provider-provider untuk mendekatkan para outlet yang telah berjasa secara langsung menjual produk-produk mereka. Gathering semacam ini, selain memperkenalkan program baru, juga sebagai syukuran atas prestasi suatu provider dalam mencapai target penjualan mereka, dan ini akan menambah semangat kami untuk tetap berada di garis depan untuk melakukan semua itu.

Friday, June 19, 2009

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan





balaibahasabandung.web.idBahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan, ya, mengingat negara kita terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda. Penggunaan Bahasa Indonesia terutama kepada lain suku sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman. Cerita mengenai perceraian suami istri karena persoalan bahasa ini pernah terjadi.
Di suatu kecamatan di Sulawesi Selatan
ini pernah ada kejadian, sang camat menceraikan istrinya akibat kesalahpahaman bahasa. Kebetulan istri sang camat berasal dari suku lain. Kesalahan pertama, waktu membaca sambutan. Maklum kebiasaan sekertaris menyingkat kata dengan Bapak2 dan Ibu2 dibaca "Bapak dua, Ibu dua" padahal bacanya Bapak-Bapak Ibu-Ibu. Ini sebenarnya bukan kesalahan sang istri, bukan karena tidak sekolah, dia tamatan SMA, hanya karena di sekolahnya tidak biasa menulis menggunakan singkatan, sehingga waktu menemukan Bapak2 dibacanya dengan "Bapak Dua" yang menghebohkan para tamu undangan dan ibu-ibu PKK. Itu kesalahan pertama yang membuat malu sang camat.

Kesalahan kedua, ketika tamu datang dari kabupaten, sang camat menyuruh istrinya membuat masakan dengan bahasa daerah "bette mallibu" bette artinya goreng, sedangkan mallibu artinya bulat. Ini masakan yang orang Bugis sebut untuk telur mata sapi. Tapi karena sang istri tidak tahu istilah ini, maka telur pun digoreng bulat-bulat dengan cangkangnya. Hal ini benar-benar membuat malu sang suami, yang akhirnya karena masalah bahasa ini, sang camat akhirnya menceraikan istrinya yang cantik itu. Sayang ya...

Cerita kedua, suatu hari sepasang suami istri bertengkar gara-gara sang istri menyuruh istrinya menutup jendela mobil karena hujan dengan menggunakan Bahasa Bugis "tutup ki kacana otoe, bosi!!" yang disalahartikan oleh istrinya, karena dikira badannya bau, karena istrinya orang Mandar, bosi artinya busuk, sedangkan dalam Bahasa Bugis, bosi artinya hujan.

Ya, betapa bahasa persatuan sangat penting apalagi jika berkomunikasi dengan suku lain, dan satu lagi, jangan memanggil kepada orang yang bukan panggilan yang biasa digunakan.
Ini juga pernah terjadi ketika saya masih kuliah, seorang perempuan yang datang dari Jawa dibunuh oleh tukang becak, lantaran dipanggil "mas", yang membuat tukang becak tersinggung karena dikira dirinya dipanggil tukang bakso. Maklum waktu itu kebanyakan penjual bakso mas-mas yang berasal dari Jawa, padahal "mas" itu panggilan yang sangat sopan buat orang Jawa.

Dari cerita itu, betapa pentingnya menulis dan menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal.
Itu cerita di dunia nyata. Lebih-lebih di dunia maya. Perlu menggunakan Bahasa Indonesia yang benar, terutama kepada para Blogger, karena yang membaca tulisan anda bukan dari suku anda saja.
Bagaimana menurut anda?

Wednesday, June 17, 2009

Goyang Erotis di Depan Mesjid

Sebelum saya menulis artikel ini, mari kita baca dulu berita ini:
Ya Ampun, Dangdut Erotis Depan Masjid
Kompas - Minggu, Juni 14

SERANG,KOMPAS.com-Acara dangdut yang diisi penampilan seronok penyanyi berlangsung depan sebuah masjid di Serang, Banten, nyaris dibubarkan namun karena pembubaran tidak mempunyai dasar hukum maka polisi hanya memberikan imbauan.

"Apa dasar hukumnya acara itu dibubarkan?" kata Kepala Satuan Intelijen (Kasat Intel) Polres Serang, Edi Gultom disela acara pentas dangdut di Desa Lebak Gempol Kecamatan Cipocok,Kota Serang Minggu (13/6) dini hari.

Polisi mengaku tidak membubarkan acara dangdutan yang menampilkan biduan berpenampilan seronok di pesta pernikahan anak seorang Ketua RW di Desa Lebak Gempol karena tidak ada peraturan daerah yang melarang pentas dangdut depan Masjid. "Kami bertindak selalu berpedoman pada hukum yang berlaku. Kalau kami dibubarkan dan pemilik hajat protes lalu menuntut kami, kami harus jawab apa?" tanyanya.

Kasat Intel Polres Serang mengungkapkan, penyelenggara hajat sudah mengantongi izin mengadakan pentas dangdut dari aparat kepolisian Polsek Cipocok, dan meski di depan masjid tidak ada satupun warga berkeberatan dengan acara itu. "Kalau Pemerintah Kota Serang sudah punya perdanya, kami akan menertibkan, jangan undang-undang lah, perda aja dulu," kata Edi.

Dari pantauan ANTARA, pentas dangdut itu tepat diselenggarakan depan Mesjid Desa Lebak Gempol, sebelum aparat kepolisian menegur penyanyi agar sopan berpenampilan, termasuk dalam berpakaian.

Para biduan dangdut tersebut mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan dengan memakai celana panjang dan tarian mereka pun tidak sensual lagi. "Maaf para penonton, saya goyangannya sedikit saja, tadi tidak boleh bergoyang panas panas," kata seorang biduan dari atas panggung kepada para penonton yang umumnya anak-anak dan remaja.

Namun setelah polisi dan Satpol PP meninggalkan pesta itu, para biduan itu memakai lagi pakaian yang memamerkan auratnya, sementara anak-anak yang semula menjauhi panggung kembali merapat ke panggung berukuran 6X8 meter itu.
Sumber: http://id.news.yahoo.com/kmps/20090614/tid-ya-ampun-dangdut-erotis-depan-masjid-376aae3.html

Goyang erotis di Serang menghebohkan? Asalkan tidak Goyang Erotis di
dalam mesjid, atau gara-gara nonton goyang erotis, ada penonton yang menyeret lawan jenisnya untuk bergoyang erotis di dalam mesjid.
Memang susah melarang orang goyang erotis di depan mesjid jika itu dilakukan bukan di pekarangan mesjid. Negara kita kan bukan negara Islam, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam. Kan juga anda tidak setuju kalau negara ini menjadi negara Islam?
Ya, meskipun negara kita bukan negara Islam, tapi kita punya norma-norma agama. Jangankan di depan mesjid, di manapun di depan orang banyak tidak santun bergoyang erotis, walaupun itu menghibur orang sekeliling. Dampaknya yang kita hindari. Baguslah kalau Bapak-Bapak pulang ke rumahnya menggoyang erotis istrinya, bagaimana mereka yang tidak punya istri dan tergiur dengan goyangan erotis itu? Tidakkah dia harus menahan hasrat dan memenjarakan si burung yang memberontak hendak terbang tinggi. Haruskah ayam di rumah atau ternak tetangga jadi korban? Haruskah nenek-nenek menjadi korban gila nafsu pelajar SMP?

Heran memang, jaman sekarang, kebanyakan orang beranggapan bahwa resepsi pernikahan baru dianggap mewah kalau ada orkes, band, atau sejenisnya, apalagi kalau biduanitanya berani melakukan goyang panggung yang erotis. Mana ada penonton yang mau tinggal berlama-lama kalau hanya menonton pementasan Qasidah atau mendengar lagu-lagu nostalgia jaman perang.
Ini pernah terjadi, seorang calon pengantin perempuan nekat mengakhiri hidupnya karena permintaannya agar di acara pernikahannya ada orkes atau band, tapi orang tuanya tidak mengabulkan, bukan karena alasan norma agama itu tadi, tapi karena tidak cukup uang. Naudzu billah min dzalik.

Di Sulawesi Selatan, ada beberapa daerah yang kalau ada acara pernikahan, dan ada bandnya atau orkesnya, pasti sebagian penduduk berdatangan dari kampung lain, walau harus jalan kaki puluhan kilometer. Hanya mau melihat goyang erotiskah? Mungkin karena ada beberapa orkes yang termasuk nakal dan panas. Bila di atas jam sepuluh malam, maka mulailah diputar musik bernuansa disco. Layaknya di diskotik, dan biduanita mulai bergoyang erotis, dan....perlahan-lahan melepas pakaiannya hingga tinggal (maaf) BH dan celana dalam.

Goyang erotis di depan mesjid, mungkin kurang sopan. Lalu bagaimana dengan Imam yang selalu pergi nonton goyang erotis seperti yang terjadi di suatu tempat di tanah Sulawesi ini? Habis shalat Isya, Sang Imam membuka sorban, lalu pergi ke acara pernikahan, mengambil tempat duduk paling depan. Sekarang, goyang erotis di depan imam. Sungguh suatu kemerosotan akhlak sebagian anak bangsa ini.

Lingkaran setan kah itu namanya? Di satu pihak, sang biduanita ingin memuaskan penontonnya, agar kalau ada hajatan bisa dipanggil kembali. Di sisi lain, penonton bosan jika hanya mendengar tembang-tembang melankolis atau tembang-tembang nostalgia. Saling mendukung dalam perbuatan dosa....